SocioLife, Jakarta (08/04/2025) Jangan percaya sepenuhnya sama aplikasi penunjuk jalan seperti Google Maps dan sejenisnya. Pasalnya, sudah banyak kasus terjadi di dunia. Bukan tiba di lokasi tujuan malah “diajak” nyasar hingga berujung musibah. Uups..
Fakta terbaru, belum lama ini sekelompok guru dari Ummul Qura Institute Of Holy Quran di Kalpetta, Wayanad, India di mana si pengemudi mobil enggak paham rute jalan dan mempercayakan pada Google Maps.
Dilansir autoevolution (7/4), mobil itu berangkat dari lokasi acara pernikahan dan bergerak menuju suatu tempat pada malam hari dan hujan deras. Sementara, aplikasi Google Maps dilaporkan mengarahkan kelompok tersebut melalui hutan Nilambur, dan untuk beberapa alasan, guru di balik kemudi tidak melihat adanya masalah dengan petunjuk tersebut.
Hingga akhirnya, mobil terjebak di lumpur, dan mesin mati karena kemasukan air. Suasana gelap di area kanan-kiri hutan, cuaca hujan dan mesin mati plus di sekitar masih banyak hewan dan reptil liar, auto panik dong masa enggak?
Beruntung, sinyal selular baik sehingga pengemudi dapat mengubungi tim darurat untuk melakukan pertolongan. Tidak ada korban, kelima guru dilaporkan selamat dan kembali akhirnya dikembalikan ke tempat aman.
Pesan yang harus digarisbawahi, jangan percaya 100 persen Google Maps dan aplikasi navigasi lainnya karena solusi perangkat lunak ini enggak sempurna.
(Boris)