Kenali Perbedaan Aki Kering dan Basah, Terus Awet yang Mana? - sociolifemedia.com
Connect with us

Automotive

Kenali Perbedaan Aki Kering dan Basah, Terus Awet yang Mana?

(Sumber: Suzuki)

SocioLife, Jakarta (26/04/2025) Komponen satu ini enggak mungkin terlewatkan pada suatu kendaraan. Baterai atau lebih populer disebut aki memiliki tugas penting untuk menghidupkan mesin kendaraan.

Di pasaran dari zaman kuda gigit besi sampai sekarang, terdapat dua jenis aki yang biasanya digunakan, yaitu aki basah dan aki kering alias Maintenance Free (MF). Memahami perbedaan kedua jenis aki lebih afdol ketimbang ‘buta’ wawasan sama sekali.

Perbedaan utama antara aki mf dan aki basah terletak pada jenis elektrolit dan perawatan yang dibutuhkan. Aki kering menggunakan gel atau serat penyerap yang tidak perlu diisi ulang, sedangkan aki basah menggunakan cairan elektrolit (asam sulfat) yang perlu diperiksa dan diisi ulang secara berkala.

Di lansir laman Suzuki, perbedaan lebih detail sebagai berikut:

Elektrolit

Aki kering menggunakan gel atau serat penyerap, sementara aki basah menggunakan cairan asam sulfat.

Segi perawatan

Aki kering enggak perlu mengisi ulang dengan air accu, sedangkan aki basah memerlukan perawatan rutin untuk mengecek dan mengisi ulang air elektrolit.

Desain

Aki kering cenderung memiliki wadah yang lebih solid dan tertutup, sementara aki basah memiliki wadah yang lebih transparan untuk melihat level cairan.

Harga

Aki basah umumnya lebih murah daripada aki kering. Fyi, di offline maun penjual on line untuk aki basah, misal GS dijual mulai Rp750 ribuan (12 volt, 60 Amp) sementara aki kering di atas Rp1,2 jutaan.

Umur pemakaian

Aki basah umumnya memiliki umur pemakaian lebih panjang (hingga 3 tahun), sedangkan aki kering cenderung lebih singkat (sekitar 1,5 tahun).

Kalau Bor Sis tanya mana dari kedua tipe tersebut yang lebih awet? Ini jawabnya.

“Masing-masing jenis aki memiliki keunggulan dan kelemahan, usia pemakaian dan keawetan aki tergantung dari pemakaian. Misal, jika tingkat penggunaan kendaraan Anda tinggi maka disarankan menggunakan aki jenis kering.” Tutup Irfan, Kepala Mekanik Aan Automobil, Pamulang, Tangsel (20/4).

Alasannya lebih karena waktu. Yup, Lifers enggak perlu menghabiskan waktu terlalu banyak untuk merawat aki

(Boris)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Trending

Editorial Team

         
             

Head Office

             

Antasari Park (2nd Floor)

             

JL Pangeran Antasari No.61

             

Cipete Utara - Kebayoran Baru

             

Jakarta Selatan

           
       
           

Contact Us

           

redaksi@sociolifemedia.com

       
 

Sociolife Media Copyright 2025