SocioLife, Jakarta (20/12/2025) Belakangan ini kondisi Jakarta, Tangerang Selatan dan di beberapa kota di Tanah Air, mulai sering diguyur hujan, tentu ini menjadi tantangan tersendiri bagi pengemudi mobil. Permukaan jalan yang licin, jarak pandang terbatas, hingga potensi jalan banjir dapat meningkatkan resiko kecelakaan.
Fyi, dikutip dari postingan Instagram resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Jumat (12/12), memprediksi di beberapa wilayah Indonesia berpotensi mengalami hujan lebat bahkan ekstrim untuk periode 19-21 Desember 2025.
Sebab itu Bor Sis yang mengemudikan mobil untuk beraktifitas dihimbau agar tetap hati-hati dan mepersiapkan kondisi kendaraan sebaik mungkin.
Dirangkum dari ragam sumber akurat, berikut sejumlah tips mengemudi mobil agar tetap aman sepanjang musim hujan.
1. Kurangi Kecepatan, Jangan Andalkan Sistem Keselamatan
Kendati memiliki mobil berharga mahal dengan segala fitur keselamatan modern seperti rem ABS (Anti-lock Brake System), EBD (Electronic Brake System), ESC (Electronic Stability Control) dan Traction Control, faktanya saat hujan daya cengkeram ban ke aspal menurun signifikan dibandingkan kondisi jalan kering.
Untuk itu, penting menjaga kecepetan laju mobil. Mengemudi dengan kecepatan moderat memberi waktu reaksi lebih panjang saat menghadapi situasi darurat.
2. Perbanyak Jarak Aman
Jarak pengereman di jalan basah bisa bertambah hingga dua kali lipat dibanding kondisi kering. Karena itu, jaga jarak lebih jauh dari kendaraan di depan untuk menghindari tabrakan beruntun akibat pengereman mendadak.
3. Gunakan Lampu Utama, Bukan Hazard
Menyalakan lampu utama (low beam) wajib dilakukan saat hujan, bahkan di siang hari, agar kendaraan lebih mudah terlihat. Hindari penggunaan lampu hazard ketika mobil masih berjalan karena dapat membingungkan pengemudi lain. Lampu hazard hanya digunakan saat berhenti dalam kondisi darurat.
4. Pastikan Kondisi Ban dan Wiper Prima
Ban menjadi komponen paling vital saat hujan. Pastikan tekanan ban sesuai rekomendasi pabrikan dan kedalaman alur masih aman untuk membuang air. Wiper juga harus dalam kondisi optimal agar kaca depan tetap bersih dan visibilitas terjaga.
5. Hindari Manuver Mendadak
Jangan pernah melakukan pengereman mendadak, setir diputar secara agresif, atau akselerasi berlebihan berpotensi membuat ban kehilangan traksi. Lakukan semua manuver secara halus dan bertahap agar mobil tetap stabil di jalan licin.
6. Waspadai Aquaplaning
Aquaplaning terjadi saat ban “mengapung” di atas air dan kehilangan kontak dengan aspal. Jika mengalaminya, jangan panik. Lepaskan pedal gas secara perlahan, jangan menginjak rem, dan jaga arah setir tetap lurus hingga traksi kembali.
7. Hindari Genangan Air yang Tidak Diketahui Kedalamannya
Genangan air bisa menyembunyikan lubang atau bahkan menyebabkan water hammer jika air masuk ke ruang bakar mesin. Bila terpaksa melintas, jaga putaran mesin stabil dan gunakan gigi rendah untuk menjaga tenaga.
8. Lebih Baik Menepi Jika Hujan Terlalu Deras
Jika hujan sangat lebat hingga jarak pandang minim, keputusan paling aman adalah menepi di tempat yang aman dan menunggu kondisi membaik. Memaksakan perjalanan justru meningkatkan risiko kecelakaan.
Mengemudi saat musim hujan menuntut konsentrasi lebih, teknik berkendara yang tepat, serta kondisi kendaraan yang prima. Kecepatan rendah, jarak aman, dan kontrol kendaraan yang halus menjadi kunci utama untuk tetap selamat sampai tujuan.
(BoRil)
BACA JUGA:
Cara Unik Kampanyekan Motor Listrik dan Gaya Hidup Urban
Apple Kian Dekat Rilis iPhone Lipat, Touch ID Hadir dengan Gaya Baru