SocioLife, Jakarta (26/03/2026) Program Mudik ke Jakarta yang digagas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat perputaran ekonomi yang signifikan menjelang Idulfitri 1447 H, mencapai sekitar Rp21 triliun. Angka ini diperkirakan masih akan meningkat hingga melampaui Rp25 triliun sebelum program berakhir pada 31 Maret 2026.
Dikutip dari MetroTVNews (25/03), Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menjelaskan bahwa capaian tersebut menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap program ini. Selain Jakarta, sejumlah daerah juga turut berpartisipasi dan mencatat transaksi ekonomi, seperti Semarang sebesar Rp8 miliar dan Surabaya sebesar Rp6,2 miliar.
Program ini dinilai berhasil mendorong aktivitas ekonomi selama periode libur Lebaran melalui berbagai kebijakan dan promosi yang menarik. Tingginya mobilitas masyarakat serta peningkatan konsumsi menjadi faktor utama yang mendukung perputaran ekonomi tersebut.
Di sisi lain, Pemprov DKI memastikan bahwa pelayanan publik tetap berjalan optimal selama periode mudik. Tidak ada laporan keluhan signifikan terkait layanan di lapangan, sehingga aktivitas warga dan pendatang tetap berlangsung dengan lancar.
Program Mudik ke Jakarta sendiri masih berlangsung hingga akhir Maret, dengan melibatkan berbagai sektor seperti transportasi, perhotelan, pariwisata, dan pusat perbelanjaan. Beberapa kolaborator yang terlibat antara lain Citilink dan KAI, serta pelaku industri lainnya yang menawarkan beragam promo untuk menarik pengunjung.
Pemerintah berharap kolaborasi lintas sektor ini dapat terus meningkatkan perputaran ekonomi sekaligus memperkuat posisi Jakarta sebagai pusat aktivitas selama momentum Lebaran.
BACA JUGA:
Sung Kang Comeback! ‘Drifter’ Tampilkan Aksi Drift Real Tanpa Efek Palsu
Pulau Molana: Surga Bahari Tenang di Maluku Tengah