SocioLife, Jakarta (13/09/2025) Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia (RI) meluncurkan salah satu program unggulan tahun ini, yakni SANFFEST (Santri Film Festival) 2025. Festival ini menegaskan peran santri bukan hanya sebagai penjaga tradisi pesantren, tetapi juga sebagai aktor penting dalam diplomasi budaya Indonesia.
Mengutip dari situs rri.co.id (7/9), Fadli Zon, Menteri Kebudayaan RI mengungkapkan, SANFFEST 2025 bukan sekadar ajang perfilman, melainkan gerakan budaya yang menjadikan pesantren pusat inspirasi peradaban. Dengan lebih dari 42.000 pesantren di Indonesia, potensi besar santri dalam melahirkan talenta perfilman dinilai mampu memperkaya khazanah kebudayaan nasional dan global.
“Film adalah medium unik yang menyatukan berbagai cabang seni dan menjadi sarana efektif menyampaikan nilai serta dakwah. Film juga merupakan bentuk soft power budaya,” ujar Fadli Zon, Menteri Kebudayaan RI.
Sebagai festival film santri pertama di Indonesia, SANFFEST 2025 akan menampilkan karya film dari berbagai pesantren, diskusi panel, lokakarya perfilman, hingga forum internasional. Tujuannya, membuka ruang ekspresi kreatif santri sekaligus memperkenalkan tradisi pesantren ke panggung dunia.
Fadli Zon berharap, SANFFEST dapat berkelanjutan melalui program pelatihan skenario, manajemen talenta film, hingga pembinaan komunitas di pesantren. Dengan begitu, pesantren bisa semakin berperan dalam pelestarian budaya sekaligus menjadi ujung tombak diplomasi kebudayaan Indonesia.
(BoRil)
BACA JUGA:
Para Pelaku UMKM Bisa Berniaga di Blok M Hub dengan Gratis Sewa Dua Bulan
Blood Moon, Keindahan dan Ilmu di Langit Malam