SocioLife, Jakarta (06/11/2025) Kemenangan Zohran Mamdani pada pemilihan wali kota New York, Selasa (5/11), bukan sekadar kemenangan politik. Ia menorehkan sejarah menjadi wali kota Muslim pertama dan berdarah Asia Selatan pertama yang memimpin kota paling beragam di dunia.
Dikutip detik.com (05/11), proyeksi Associated Press yang didasarkan pada 89 persen suara yang telah dihitung, menunjukkan bahwa Zohran Mamdani, kandidat Partai Demokrat, menempati peringkat pertama dengan meraup 50,4 persen suara. Perolehan suara Zohran Mamdani jauh mengungguli dua kandidat lainnya dalam pemilu Wali Kota New York yang digelar Selasa (4/11) waktu setempat.
Dengan kemenangan tersebut, Mamdani yang baru pria yang berusia 34 tahun ini mengukir sejarah sebagai Wali Kota Muslim pertama di kota New York, juga Wali Kota pertama yang berdarah Asia Selatan, dan Wali Kota pertama lahir di Afrika sekaligus menjadi Wali Kota termuda di kota New York dalam lebih dari satu abad terakhir, ketika dia dilantik nantinya pada 1 Januari tahun depan.
FYI, mengutip dari ragam sumber lainnya, sosok Zohran Mamdani lahir di Kampala Uganda, dan bertumbuh di New York. Zohran dibesarkan di lingkungan keluarga yang menanamkan nilai kesetaraan dan keadilan sosial.
Kemenangan Zohran Mamdani juga disebut-sebut lantaran gaya kampanyenya yang dekat dengan masyarakat. Zohran Mamdani sukses menarik perhatian Gen Z dan milenial lewat isu-isu yang relevan seperti, perumahan terjangkau, hak imigran, dan keberlanjutan lingkungan.
(BoRil)
BACA JUGA:
WoMind! Fatima Al-Fihri: Perempuan Hebat di Balik Universitas Tertua di Dunia
iOS 26.1 Resmi Dirilis ini Deretan Fitur Barunya