Ekonom UI: Wisata Kesehatan RI Punya Potensi Besar, Asalkan “Patient-Centered” - sociolifemedia.com
Connect with us

Travel

Ekonom UI: Wisata Kesehatan RI Punya Potensi Besar, Asalkan “Patient-Centered”

Ilustrasi gambar gedung rumah sakit swasta (Foto: Canva)

SocioLife, Jakarta (27/11/2025) Destinasi wisata enggak melulu tentang suatu tempat yang mengibur mata dan pikiran, namun wisata kesehatan ternyata bisa jadi “mesin uang” baru buat Indonesia. Penasaran? Simak penjelasannya sampai habis.

Dikutip dari antaranews.com (26/11) Prof. Dr. Telisa Aulia Falianty, S.E., M.E., Ekonom Universitas Indonesia (UI mengatakan, pengembangannya harus benar-benar sesuai kebutuhan pasien biar ekosistemnya solid dan daya saingnya makin kuat.

“Potensi kita besar banget. Tapi obat, dokter, teknologi, sampai regulasinya harus saling support,” kata Prof. Dr. Telisa Aulia Falianty, S.E., M.E., dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (26/11).

Ekonom UI tersebut menambahkan, Indonesia sebenarnya sudah punya modal kuat untuk membangun health tourism yang kompetitif:

Teknologi medis canggih, seperti laser treatment dan prosedur operasi minim rasa sakit, infrastruktur layanan yang terus berkembang. Dengan modal ini, Indonesia seharusnya bisa bersaing dengan negara tetangga.

Selama ini, mungkin Bor Sis pernah mendengar bila ada seseorang yang memiliki sakit kronis, di antara mereka memilih berobat ke Penang atau Singapura, salah satu alasannya adalah kehadiran dokter yang dinilai lebih komunikatif dan bikin pasien merasa aman. Ditambah lagi, harga layanan di luar negeri kadang lebih kompetitif.

Karena itu, Prof. Dr. Telisa Aulia Falianty, S.E., M.E., berpandangan agar paket wisata (health tourism) kesehatan harus benar-benar menyesuaikan kebutuhan pasien, mulai dari kualitas dokter sampai pengalaman layanan yang humanis.

Di samping itu,  pemerintah disarankan memberikan dukungan nyata, seperti, menurunkan atau memberikan PPN khusus untuk layanan dan alat kesehatan, dan mendukung produksi alat kesehatan lokal agar tidak terlalu bergantung pada impor.

Terakhir, memberikan program medical check-up gratis bagi turis menggunakan produk lokal sebagai promosi wisata kesehatan.

Dengan strategi tepat, Indonesia berpeluang besar jadi destinasi wisata kesehatan yang bukan hanya kompetitif, tapi juga dipercaya dunia.

(Boris)

BACA JUGA:

Penyebab Rambut Berminyak dan Lepek, Yuk Intip Hacks-nya

Taman Bendera Pusaka Siap Jadi Jogging Track Baru di Jaksel

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Trending

Editorial Team

         
             

Head Office

             

Antasari Park (2nd Floor)

             

JL Pangeran Antasari No.61

             

Cipete Utara - Kebayoran Baru

             

Jakarta Selatan

           
       
           

Contact Us

           

redaksi@sociolifemedia.com

       
 

Sociolife Media Copyright 2025