SocioLife, Jakarta (28/11/2025) Drama hilangnya botol air minum alias tumbler Tuku yang virPT KAal di media sosial akhirnya ditanggapi langsung oleh PT KAI Commuter. Pihak perusahaan menegaskan, tidak ada petugas bernama Argi yang dipecat terkait kasus ini. Semua info soal “petugas dipecat” itu dipastikan hoaks (berita tidak benar).
Dikutip dari Kompas.com (27/11), Karina Amanda, VP Corporate Secretary PT KAI Commuter, bilang kalau tim internal masih melakukan investigasi buat nyusun kronologi lengkap kejadian. Mereka juga lagi evaluasi SOP (Standard Operating Procedure atau Prosedur Operasional Standar), penanganan barang hilang, bersama mitra penyedia tenaga kerja, supaya kasus serupa tidak kejadian lagi.
Bor Sis, biar tidak salah paham, PT KAI Commuter menjelaskan lagi alur lost and found, berikut ini.
Pertama, setiap stasiun dipastikan memiliki layanan barang temuan. Kedua, barang yang ditemukan bakal dicatat, disimpan sementara, lalu dipindahkan ke gudang pusat kalau tidak segera diambil oleh pemiliknya. Ketiga, petugas dari PT KAI Commuter diwajibkan mendokumentasikan isi barang, termasuk foto bukti.
Sebelumnya, issue ini bermula dari unggahan di media sosial Thread.
Singkat cerita, diketahui pada (17 November 2025), saat itu ada penumpang bernama Anita ketinggalan tas berisi tumbler bertuliskan Tuku di KRL (Kereta Rel Listrik) tujuan Tanah Abang–Rangkasbitung. Kemudian Ia melapor ke Stasiun Rawa Buntu. Lalu, tasnya ditemukan di gerbong khusus wanita.
Singkat cerita, Petugas KRL mengirim foto isi tas (tumbler biru Tuku) masih ada di dalamnya. Sesuai SOP, Anita (pemilik tumbler) mengambil tasnya keesokan hari di Stasiun Rangkasbitung.
Tapi setelah tas diambil, Anita sadar tumbler-nya hilang. Pada (25 November 2025), ia mengunggah keluhannya di Threads. Postingan itu langsung viral setelah muncul narasi kalau petugas yang mengurus kasus ini “sudah dipecat”.
Faktanya, enggak ada ada petugas yang dipecat sementara investigasi pihak PT KAI Commuter masih berjalan. Evaluasi SOP sedang dilakukan biar layanan lost and found makin transparan dan aman.
Bor Sis, self reminder untuk selalu aware terhadap barang bawaan ketika menggunakan transportasi umum.
(Boris)
BACA JUGA:
Ekonom UI: Wisata Kesehatan RI Punya Potensi Besar, Asalkan “Patient-Centered”
Sekarang Transjakarta Bisa Dibayar Pakai QRIS Tap! Begini Cara Kerjanya