Musim Balap F1 2026, FIA Ingin Balap Lebih Hijau dan Kompetitif - sociolifemedia.com
Connect with us

Automotive

Musim Balap F1 2026, FIA Ingin Balap Lebih Hijau dan Kompetitif

ilustrasi mobil balap F1 (Foto: formula1.com)

SocioLife, Jakarta (24/12/2025)  Bor Sis penggemar balap mobil Formula One (F1), Federasi Otomotif Internasional (FIA) resmi mengumumkan paket regulasi baru untuk musim balap F1 2026. Peraturan Ini bukan sekadar update biasa, tetapi sebuah revolusi teknis yang mengubah cara mobil F1 dibangun dan dikemudikan.

FIA bersama Formula One Management (FOM) merancang regulasi 2026 dengan tujuan utama menghadirkan balapan yang lebih kompetitif, relevan dengan teknologi otomotif masa depan, serta ramah lingkungan.

Melansir laman formula1.com, mulai 2026, sumber tenaga masih mengandalkan mesin pembakaran 1.600 cc, V6 turbo, dan motor listrik dengan rasio (50:50), meningkat siginifikan dari sebelumnya (80:20).

FIA juga resmi menghapus komponen MGU-H, yang selama ini dikenal kompleks dan mahal. Sebagai gantinya, sistem MGU-K diperkuat dengan output tenaga yang lebih besar dan efisiensi energi yang ditingkatkan.

Selain itu, seluruh mesin F1 2026 wajib menggunakan 100 persen bahan bakar berkelanjutan (sustainable fuel). Langkah ini sejalan dengan target netral karbon Formula 1 pada 2030, sekaligus membuka peluang riset bahan bakar ramah lingkungan untuk industri otomotif global.

Regulasi 2026 juga mengatur dimensi mobil agar lebih kecil dan ringan. Panjang mobil dipangkas, bobot minimum diturunkan, serta lebar keseluruhan dikurangi. Tujuannya untuk membuat mobil lebih lincah saat bertarung di lintasan dan memudahkan aksi salip-menyalip.

Ukuran ban juga mendapatkan perhatian. Ban depan wajib pakai ukuran 275 mm dari 305 mm dan ban belakang 375 mm dari sebelumnya 405 mm.

Formula 1 2026 akan mengandalkan aerodinamika aktif. Sayap depan dan belakang dirancang memiliki dua mode, yakni mode low drag untuk kecepatan tinggi di lintasan lurus dan mode high downforce untuk tikungan.

Dengan sistem ini, peran DRS (Drag Reduction System) seperti yang digunakan saat ini akan berubah secara fundamental. Aksi menyalip tak lagi bergantung sepenuhnya pada DRS, melainkan pada efisiensi energi dan strategi penggunaan tenaga listrik.

Dari sisi finansial, FIA tetap mempertahankan kerangka cost cap untuk menjaga keseimbangan kompetisi. Regulasi 2026 juga dirancang agar lebih ramah bagi pabrikan baru. Hal ini terbukti dengan masuknya Audi sebagai tim pabrikan, serta komitmen Ford yang bekerja sama dengan Red Bull Powertrains.

Direktur Teknis Single Seater FIA, Nikolas Tombazis, menjelaskan, lewat regulasi baru ini, FIA ingin menghadirkan generasi mobil Formula 1 yang benar-benar merepresentasikan DNA F1.

“Target kami adalah menciptakan mobil yang ringan, super cepat, dan lincah, tapi tetap berada di garis terdepan teknologi. Untuk itu, kami mengembangkan konsep yang kami sebut sebagai nimble car,” tutup Nikolas Tombazis.

(BoRil)

BACA JUGA:

Talenan Kayu vs Plastik: Mana yang Lebih Higienis?

Cara Unik Kampanyekan Motor Listrik dan Gaya Hidup Urban

Trending

Editorial Team

         
             

Head Office

             

Antasari Park (2nd Floor)

             

JL Pangeran Antasari No.61

             

Cipete Utara - Kebayoran Baru

             

Jakarta Selatan

           
       
           

Contact Us

           

redaksi@sociolifemedia.com

       
 

Sociolife Media Copyright 2025