Ahli Gizi: Mi Instan Boleh Dikonsumsi, Asal Jangan Terlalu Sering - sociolifemedia.com
Connect with us

Health & Beauty

Ahli Gizi: Mi Instan Boleh Dikonsumsi, Asal Jangan Terlalu Sering

Ilustrasi orang makan mi instan (Canva)

SocioLife, Jakarta (04/02/2026) Jenis makanan ini bisa dibilang paling disukai banyak orang, mengenyangkan perut di waktu tertentu dan bahkan ada yang sampai kecanduan, yup! Mi instan. Praktis, mudah disiapkan dan terjangkau. Namun, ahli gizi dan anggota Asosiasi Dietisien Indonesia (AsDI), Diah Maunah mengingatkan agar konsumsinya tetap dibatasi. Yuk simak penjelasannya?

Seperti dikutip Antara (02/02), menurut penjelasan Diah Maunah, mi instan masih aman dikonsumsi selama memahami batas porsi dan tidak dijadikan menu rutin. Ia menyarankan mi instan dikategorikan sebagai makanan selingan atau “rekreasi”, misalnya dikonsumsi sekitar satu kali dalam sebulan.

Mi instan pada umumnya mengandung natrium (garam), lemak, dan energi yang cukup tinggi. Kandungan ini perlu menjadi perhatian, terutama bagi individu dengan tekanan darah tinggi, gangguan pembuluh darah, atau obesitas.

Satu porsi mi instan kuah diketahui dapat mengandung lebih dari 1.000 miligram natrium. Jumlah tersebut sudah mendekati tiga perempat kebutuhan natrium harian orang dewasa. Sementara pada penderita hipertensi, kebutuhan natrium harian bahkan dibatasi sekitar 1.200 miligram per hari, sehingga satu porsi mi instan saja hampir memenuhi batas tersebut.

Konsumsi mi instan yang berlebihan dan tidak diimbangi pola makan sehat berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan, antara lain tekanan darah tinggi, gangguan pembuluh darah, penurunan fungsi ginjal, hingga gangguan saluran cerna seperti iritasi lambung dan usus. Dalam jangka panjang, pola makan tinggi natrium dan lemak juga berkontribusi terhadap risiko obesitas.

Untuk itu, masyarakat dianjurkan lebih bijak dalam mengonsumsi mi instan, terutama pada musim hujan ketika makanan hangat lebih diminati. Jika ingin mengonsumsinya, dapat disertai tambahan bahan makanan bergizi seperti sayuran dan sumber protein, serta membatasi penggunaan bumbu agar asupan natrium tidak berlebihan.

Dengan pengaturan porsi dan frekuensi yang tepat, mi instan tetap dapat dinikmati tanpa mengabaikan prinsip gizi seimbang.

(BoRil)

BACA JUGA:

GAC Siapkan MPV Hybrid 7-Seater Baru di IIMS 2026, Bidik Keluarga Modern

Cegah Nomor Asing Nge-mention di Status WA, Begini Caranya!

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Trending

Editorial Team

         
             

Head Office

             

Antasari Park (2nd Floor)

             

JL Pangeran Antasari No.61

             

Cipete Utara - Kebayoran Baru

             

Jakarta Selatan

           
       
           

Contact Us

           

redaksi@sociolifemedia.com

       
 

Sociolife Media Copyright 2025