SocioLife, Jakarta (31/10/2025) Gen Z dan milenial ikut andil dalam pariwisata Indonesia. Hal ini disampaikan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyebut generasi Z dan milenial kini menjadi motor utama pertumbuhan pariwisata global. Kedua generasi ini memiliki minat berwisata paling tinggi serta preferensi yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya.
Mengutip Antaranews.com (29/10), “Gen Z dan milenial aktif mencari inspirasi perjalanan melalui media sosial, mengikuti ulasan kreator konten, hingga menggunakan AI generatif untuk merencanakan perjalanan,” ucap Menteri Pariwisata (MenPar) Widiyanti Putri Wardhana dalam acara Tourism Outlook di Jakarta, Rabu (29/10).
Dalam paparannya MenPar Widiyanti Putri Wardhana menjelaskan setidaknya ada tiga perubahan besar dalam tren pariwisata global: pergeseran demografi, sumber wisatawan, dan pola pemilihan destinasi.
Dari sisi motivasi, wisatawan muda lebih mementingkan pengalaman autentik dibanding sekadar tujuan wisata. Bahkan, 52 persen Gen Z rela membayar lebih untuk pengalaman berkesan, jauh lebih tinggi dibanding baby boomers (29 persen).
Tren tersebut membuka peluang besar bagi promosi pariwisata Indonesia melalui pendekatan digital yang personal dan berbasis pengalaman. Contohnya, event Pacu Jalur yang masuk agenda Karisma Event Nusantara (KEN) 2025, berhasil meraih puluhan juta impresi di media sosial dan menarik 1,6 juta pengunjung berkat strategi promosi yang sesuai dengan gaya komunikasi generasi muda.
Selain itu, wisatawan kini semakin tertarik pada destinasi alternatif (detour) di sekitar lokasi wisata utama untuk mencari pengalaman baru. Tren ini juga memperkuat potensi perjalanan intra-regional di Asia Tenggara, yang diproyeksikan naik dari 24 persen pada 2023 menjadi 30 persen pada 2030.
(BoRil)
BACA JUGA:
Layanan TransJakarta Ditingkatkan, Tarif Disesuaikan
5 Tempat Jogging Asyik di Jakarta Biar Badan Sehat, Pikiran Fresh! #ILM