SocioLife, Jakarta (12/11/2025) Pemerintah tengah mempertimbangkan langkah pembatasan terhadap game online bertema kekerasan dan bersenjata, seperti PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG), menyusul insiden ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara yang terjadi pada Jumat pekan lalu (07/11).
Dikutip dari detik.com (12/11), Arifah Fauzi, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) mengatakan pihaknya akan segera membahas wacana pembatasan game seperti PUBG bersama kementerian dan lembaga terkait.
“Terkait arahan Presiden, kami akan mendiskusikan langkah dan kebijakan terbaik untuk melindungi anak. Tujuan kami adalah mencari solusi yang menyeluruh agar anak-anak terlindungi, baik dalam hal pengasuhan, pendidikan, maupun kehidupan sosial,” ujar Arifah Fauzi, Menteri PPPA, Selasa (11/11/2025).
Arifah Fauzi, Menteri PPPA menekankan pentingnya literasi digital dan peran aktif orang tua dalam mengawasi aktivitas anak di dunia maya. Ia mengingatkan bahwa segala hal yang dilakukan berlebihan, termasuk bermain game, tidak baik dan bisa berdampak negatif bagi perkembangan anak.
Untuk itu Pemerintah Indonesia berencana melibatkan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) serta Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk melakukan kajian komprehensif mengenai regulasi dan dampak psikologis game online.
Langkah ini diharapkan dapat menemukan keseimbangan antara kebebasan bermain game digital dan perlindungan terhadap generasi muda, agar ekosistem game di Indonesia tetap berkembang tanpa mengorbankan nilai moral dan keamanan sosial.
(BoRil)
BACA JUGA:
4 Produk Baru Apple Siap Meluncur di Indonesia Minggu Depan
Lights Wonderland 2025: Sajikan Lautan Cahaya Spektakuler di Studio Alam TVRI Depok