SocioLife, Jakarta (24/11/2025) Lift kaca di Pantai Kelingking yang semula bisa memberikan pengalaman tersendiri bagi wisatawan untuk melihat view tebing dan laut terpaksa dibongkar dan dihentikan. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali mengambil langkah tegas terkait pembangunan lift kaca di tebing Pantai Kelingking, Nusa Penida, Klungkung.
Ditulis antaranews.com (23/11), Wayan Koster, Gubernur Bali secara resmi meminta seluruh aktivitas konstruksi dihentikan segera, setelah ditemukan lima pelanggaran berat dalam proyek tersebut. Pernyataan itu disampaikan di Denpasar pada Minggu, mengacu pada rekomendasi Pansus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan DPRD Bali.
Pantai Kelingking setiap tahun menarik ratusan ribu wisatawan domestik dan mancanegara, berkat pemandangan tebing berbentuk T-Rex dan air laut berwarna biru toska. Namun, Koster menegaskan bahwa popularitas destinasi tidak boleh mengorbankan keselamatan maupun integritas alam.
“Bali harus menjaga masa depannya—alam, manusia, budaya, hingga pengembangan pariwisata berbasis budaya yang tetap bermartabat,” ujar Koster. Ia menilai pembangunan lift kaca bukan hanya melanggar aturan, tetapi juga berisiko mengganggu keseimbangan ekosistem tebing yang menjadi daya tarik utama Nusa Penida.
Perintah penghentian ditujukan kepada PT Indonesia Kaishi Tourism Property Investment Development Group, selaku pengembang. Selain menghentikan pengerjaan, Pemprov Bali mewajibkan perusahaan membongkar seluruh bangunan yang melanggar secara mandiri dalam enam bulan.
Keputusan ini sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh investor agar mematuhi regulasi tata ruang dan tidak mengabaikan nilai budaya serta kearifan lokal—dua hal yang menjadi fondasi pariwisata Bali.
Wacana pembangunan lift kaca sempat memicu pro-kontra di media sosial, terutama di kalangan traveler. Banyak yang menilai fasilitas tersebut berpotensi merusak panorama natural Pantai Kelingking, yang justru menjadi alasan utama wisatawan berkunjung. Kekhawatiran soal keselamatan konstruksi di tebing curam juga menjadi sorotan.
Dengan penghentian resmi ini, pemerintah berharap perkembangan pariwisata Nusa Penida tetap selaras dengan prinsip pariwisata berkelanjutan seperti menjaga kelestarian alam, budaya, dan pengalaman autentik bagi wisatawan.
(Boris)
BACA JUGA:
JAL Resmi Izinkan Sneakers untuk Awak Kabin dan Staf Bandara
Ramai Penumpang Menginap di Stasiun Cikarang, Menhub Kaji KRL Beroperasi 24 Jam