SocioLife, Jakarta (20/11/2025) Unik dan kreatif, Raihan Jouzu Syamsudin, sukses menciptakan tinta spidol dari kulit bawang putih. Sejatinya sampah organik tersebut biasanya berakhir di kantong sampah atau diolah menjadi pupuk kompos tetapi bagi siswa kelas 9 SMPN 57 Surabaya, menjadi punya manfaat lain.
Dilansir laman, tunashijau.id (9/9/2025), ide pembuatan tinta spidol ini muncul dari kepedulian Raihan terhadap tumpukan kulit bawang putih yang biasanya hanya dicampur dengan sampah organik lain dan dijadikan kompos. “Sayang sekali kalau kulit bawang putih ikut terbuang begitu saja,” ucap Raihan Jouzu Syamsudin, peraih Juara 2 Duta Lingkungan Hidup – Pangeran Lingkungan Hidup 2024.
Raihan Jouzu Syamsudin menjadi contoh positif bahwa inovasi lingkungan bisa dimulai dari hal sederhana di sekitar kita. Ia berhasil mengumpulkan sekitar 3,12 ton kulit bawang putih dari 25 mitra di pasar tradisional serta masyarakat sekitar tempatnya tinggal.
Singkat cerita, daripada menjadi limbah, kulit bawang putih tersebut diolah menjadi pigmen hitam alami dengan proses pemanggangan. Pigmen ini kemudian dicampur bahan pengikat hingga menghasilkan tinta spidol ramah lingkungan yang sudah siap dipasarkan.
Raihan Jouzu Syamsudin juga cermat menyesuaikan bahan baku, kulit bawang yang sudah lembap setelah disimpan lama enggak dibuang, melainkan diolah menjadi eco-enzyme.
Inovasi enggak berhenti di tinta spidol, Raihan Jouzu Syamsudin juga berencana mengembangkan produk turunan lain seperti toner fotokopi dan sabun cair berbahan kulit bawang putih.
Meski masih duduk di bangku SMP, Raihan terus menyeimbangkan waktu antara sekolah dan proyek inovasinya. Raihan Jouzu Syamsudin, berharap temuannya dapat berkembang menjadi solusi ramah lingkungan berskala lebih luas dan menginspirasi lebih banyak pelajar di Indonesia untuk peduli pada keberlanjutan.
Good job!
(Boris)
BACA JUGA:
Studi Harvard, Indonesia Negara Paling “Flourishing” di Dunia, Kalahkan AS dan Inggris
Youtuber MrBeast, Kagum dengan Minecraft Borobudur Paling Realistis