SocioLife, Jakarta (20/10/2025) Chery kembali melakukan aksi ekstrim test tabrak ‘adu banteng’ pada Tiggo 9 di Chery Crash Test Center (18/10) lalu. Ini bukan hasil edit video AI (Artificial Intelligence) melainkan tabrakan nyata antara dua unit Tiggo 9 yang dibuat saling bertabrakan langsung.
Di mana keduanya dipacu pada kecepatan 50 km/jam dengan sudut benturan 15° (small-overlap). Bagi para pengamat otomotif jenis tabrakan ini dikenal berbahaya karena energi benturan hanya mengenai sebagian kecil bodi depan, membuat struktur penahan utama tidak bekerja maksimal.
Uniknya, demonstrasi ini diawali dengan pertunjukan Taichi, menggambarkan keseimbangan antara kekuatan dan keluwesan.
“Keselamatan sejati bukan sekadar keras-kerasan, tapi kemampuan menahan dan mengarahkan gaya benturan dengan tepat, seperti Taichi,” ucap Gavin Liang, Deputy General Manager Chery Brand dalam siaran pers yang diterima Sociolife Media (19/10).

Demonstrasi tabrak ini menjadi bagian dari acara Chery Brand User Summit 2025 bertajuk “Ultimate Safety Exploration Tour” dan disaksikan langsung oleh lebih dari 500 tamu dari berbagai negara, mulai dari mitra dealer, media, hingga Key Opinion Consumer (KOC).
Menurut Xu Youzhong, Chief Engineer Chery, lintasan uji dihitung presisi untuk memastikan tabrakan terjadi di titik yang mirip dengan insiden nyata di jalan raya.
Karena sudut benturannya kecil, balok penahan depan tidak bisa menyerap energi secara penuh, sehingga sistem keselamatan lain seperti airbag, sabuk pengaman, struktur kabin hingga sistem penyelamatan otomatis diuji habis-habisan.
Setelah tabrakan, tim teknis Chery langsung melakukan inspeksi cepat. Di antara catatan tim teknis menyimpulkan bahwa, struktur kabin Chery Tiggo 9 tetap utuh, semua airbag aktif (termasuk airbag lutut), sabuk pengaman pretensioner bekerja tepat waktu dan sistem bahan bakar aman, enggak ada kebocoran.
(BoRil)
BACA JUGA:
VinFast Ajak Masyarakat Ikut Desain Mobil Listrik Masa Depan
Hyundai Promise Solusi Mobil Bekas Bergaransi Resmi