SocioLife, Jakarta (15/03/2025) Tahukah Bor Sis Lifers kawasan Ujung Kulon pertama kali diperkenalkan seorang ahli Botani Jerman, F. Junghun pada 1846, ketika sedang mengumpulkan tumbuhan tropis. Pada masa itu kekayaan flora dan fauna Ujung Kulon sudah mulai dikenal para peneliti dunia.
Bahkan perjalanan ke Ujung Kulon ini sempat masuk di dalam jurnal ilmiah beberapa tahun kemudian. Tidak banyak catatan mengenai Ujung Kulon sampai meletusnya gunung krakatau pada 1883.
Namun kemudian kedahsyatan letusan Krakatau yang menghasilkan gelombang tsunami setinggi kurang lebih 15 meter, telah memporak-porandakan tidak hanya pemukiman penduduk di Ujung Kulon, tetapi satwaliar dan vegetasi yang ada.
Meskipun letusan Krakatau telah menyapu bersih kawasan Ujung Kulon, akan tetapi beberapa tahun kemudian diketahui bahwa ekosistem-vegetasi dan satwaliar di Ujung Kulon tumbuh baik dengan cepat.
Laman resmi menlhk.go.id menuliskan sedikitnya terdapat tiga ekowisata yang berada di kawasan Ujung Kulon, Pulau Handeuleum, Pulau Panaitan dan Pulau Peucang.
Pulau Panaitan
Pulau ini terbentuk hutan yang masih asli dengan berbagai jenis satwa. Kawasan pantai pulau ini berbatu dan berpasir putih yang lebar, yang melindungi terumbu karang yang indah diselimuti oleh hutan dan berbagai macam hewan liar seperti rusa, babi hutan, monyet, ular phyton dan burung-burung.
Pulau Peucang
Merupakan pulau yang terdapat di selat Panaitan Kabupaten Pandeglang Banten atau sebelah barat Taman Nasional Ujung Kulon. Pantai di Pulau Peucang memiliki karakteristik yang khas pasir putih dan hamparan yang luas.
Obyek Wisata Alam yang dinikmati di pulau ini antara tracking ke karang copong, berenang, snorkeling, dan menyelam.
Pulau Handeuleum
Pulau Handeuleum terletak diantara beberapa pulau kecil yang berada di ujung timur laut pantai semenanjung Ujung Kulon.
Merupakan pulau yang kaya akan keanekaragaman jenis mangrove. Di pulau Handeuleum terdapat lokasi yang tenang dengan menawarkan perjalanan melalui sungai untuk menikmati aneka tipe hutan, jenis-jenis satwa liar serta daerah berawa-rawa.
(BoRil)