Liburan Bisa Tingkatkan Risiko Serangan Jantung Kalau Bor Sis Abaikan Hal Ini - sociolifemedia.com
Connect with us

Health & Beauty

Liburan Bisa Tingkatkan Risiko Serangan Jantung Kalau Bor Sis Abaikan Hal Ini

SocioLife, Jakarta (01/12/2025) Liburan semestinya menjadi waktu bergembira menghilangkan penat akibat rutinitas kerja, tetapi ternyata liburan akhir tahun juga dapat meningkatkan risiko kardiovaskular. Bor Sis yuk cek apa penyebabnya.

Menurut saran ahli yang dikutip dari Everyday Health, (24/11), Dr. Robert Ostfeld, direktur kardiologi preventif di Montefiore Einstein, liburan sering jadi momen ketika orang “lupa diri”, mulai dari pola makan, konsumsi alkohol, sampai aktivitas harian yang berubah drastis.

Kalau enggak mau nikmat liburan terganggu, ada baiknya Bor Sis jangan minum alkohol. Konsumsi alkohol berlebih bisa menyebabkan, peradangan, kekakuan arteri, peningkatan tekanan darah, dislipidemia (ketidakseimbangan lemak darah). Semua faktor itu membuat risiko serangan jantung meningkat.

Dr. Robert Ostfeld, direktur kardiologi preventif di Montefiore Einstein, juga menegaskan, anggapan bahwa “1–2 gelas alkohol per hari menyehatkan jantung” sudah tidak relevan. Data terbaru menunjukkan tidak ada kadar alkohol yang benar-benar aman untuk jantung.

Di samping itu, jangan kalap sama makanan, “liburan bukan berarti makan se-enaknya”, ini bisa jadi bumerang. Menu khas liburan yang biasa dikonsumsi seperti, daging olahan, fast food asin, camilan manis berlemak, minim buah dan sayur, semuanya bisa memicu lonjakan kolesterol dan tekanan darah.

Bagi yang punya faktor risiko jantung, kondisi darurat bisa terjadi hanya dalam waktu satu jam setelah mengonsumsi makanan tinggi lemak.

Walaupun vibe-nya happy, liburan juga sering menghadirkan stres karena, rumah ramai pengunjung, waktu tidur kurang dan terkadang bergadang sampai dini hari.

Faktor cuaca dingin juga dapat menyebabkan arteri menyempit, membuat aliran darah tidak optimal. Ditambah olahraga outdoor yang berat saat cuaca dingin, kerja jantung meningkat dan bisa memicu masalah kardiovaskular.

Menurut relawan American Heart Association, Dr. Fatima Rodriguez dari Stanford Health Care, penanganan cepat meningkatkan peluang bertahan hidup dan meminimalkan kerusakan jantung.

Berikut ini gejala serangan jantung yang perlu diwaspadai, bila terdapat rasa nyeri atau tekanan di dada, nyeri menjalar ke lengan, bahu, rahang, perut, atau leher kemudian sesak napas, berkeringat dingin, kepala pusing atau hampir pingsan dan terakhir perut terasa mual hingga muntah.

Pada wanita, gejalanya sering lebih samar, misalnya hanya terasa seperti kelelahan ekstrem atau mual tanpa nyeri dada yang jelas. Jika gejala muncul dan tidak mereda, segera cari bantuan medis darurat.

(Boris)

BACA JUGA:

Penyebab Rambut Berminyak dan Lepek, Yuk Intip Hacks-nya

Ini 5 Tanda Tubuh Bor Sis Lagi ‘Overdosis’ Kafein

 

Trending

Editorial Team

         
             

Head Office

             

Antasari Park (2nd Floor)

             

JL Pangeran Antasari No.61

             

Cipete Utara - Kebayoran Baru

             

Jakarta Selatan

           
       
           

Contact Us

           

redaksi@sociolifemedia.com

       
 

Sociolife Media Copyright 2025