Gen Z Rawan Kena Serangan Jantung, Apa Penyebabnya? - sociolifemedia.com
Connect with us

Health & Beauty

Gen Z Rawan Kena Serangan Jantung, Apa Penyebabnya?

Ilustrasi orang memegang dada yang terasa sakit (Foto: Canva)

SocioLife, Jakarta (21/10/2025) Survey membuktikan serangan jantung bukan lagi menghantui orang dewasa tetapi kini juga menyerang kaum Gen Z. Hal ini ditegaskan dr. Bambang Budiono, di zaman now, serangan jantung juga dialami oleh orang di usia masih muda.

Dikutip dari suara.com (20/09/2025), dalam acara Primaya Cardiovascular Conference 2025 yang digelar di Jakarta Pusat September lalu, dr. Bambang Budiono, spesialis jantung mengungkapkan, ada pasien berumur 19 tahun yang sudah kena serangan jantung.

“Makanya, screening jantung itu penting banget dilakukan sejak dini, apalagi kalau punya faktor risiko kayak kolesterol tinggi, diabetes, atau riwayat keluarga,” ucap dr. Bambang Budiono, spesialis jantung.

Hal senada juga disampaikan oleh dr. Isman Firdaus, SpJP(K), MPH, FIHA yang menyoroti gaya hidup sebagai faktor dominan.

Makanan cepat saji alias fast food (Foto: Canva)

“Badan Kesehatan Dunia alias WHO (World Health Organization) mencatat sebanyak lebih dari 17 juta kematian berasal dari penyakit jantung koroner setiap tahun, dan angka tersebut terus naik lantaran pola hidup masyarakat yang enggak berubah. Minimal usia 30 tahun, dengan atau tanpa keluhan, sebaiknya sudah mulai melakukan pemeriksaan jantung,” ungkapnya.

So, Bor Sis Lifers, kalau saat ini merasa badan sehat alias baik-baik saja tapi lifestyle masih enggak teratur dan anti disiplin, misalnya, suka tidur lewat tengah malam, olahraga jarang, hobi mengonsumsi fast food, mungkin ada baiknya lakukan pergi ke rumah sakit untuk menemui dokter spesialis jantung untuk pencegahan dini.

Untuk diingat, para dokter ahli jantung yang hadir dalam event Primaya Cardiovascular Conference 2025, menyepakati kalau edukasi soal jantung nggak boleh hanya pas Hari Jantung Sedunia saja.
Rumah sakit, komunitas, dan pihak perusahaan juga perlu ikut berperan aktif agar semakin banyak orang sadar betapa pentingnya deteksi dini.

“Edukasi harus jalan terus. Semakin banyak yang paham, makin cepat kita bisa cegah kasus berat.” Tutup dr. Isman Firdaus, SpJP(K), MPH, FIHA.

(BoRil)

BACA JUGA:

BRIN Temukan Mikroplastik di Air Hujan Jakarta

Cegah Migrain Saat Cuaca Panas Terik

 

Trending

Editorial Team

         
             

Head Office

             

Antasari Park (2nd Floor)

             

JL Pangeran Antasari No.61

             

Cipete Utara - Kebayoran Baru

             

Jakarta Selatan

           
       
           

Contact Us

           

redaksi@sociolifemedia.com

       
 

Sociolife Media Copyright 2025