SocioLife, Jakarta (05/11/2025) Dokter spesialis kulit dan estetika dr. Amaranila Lalita Drijono, Sp.DVE, FINSDV, FAADV mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan produk perawatan kulit yang mengandung hidrokuinon dan retinoid tanpa pengawasan dokter.
Dikutip dari antaranews.com (05/11), kedua bahan aktif tersebut memang efektif untuk mencerahkan dan memperbaiki tekstur kulit, tetapi bisa sebaliknya bisa memicu iritasi dan kerusakan kulit bila digunakan secara sembarangan. “Pemakaian retinol dengan dosis tinggi dapat menyebabkan iritasi, kulit memerah, atau dermatitis kontak iritan,” jelas dr. Amaranila dikutip Antara.
Lebih jauh, penggunaan hidrokuinon berlebihan juga dapat menimbulkan efek ochronosis, yaitu penumpukan pigmen gelap di bawah kulit yang sulit dihilangkan. Selain menyebabkan flek hitam permanen, dosis tinggi hidrokuinon juga berpotensi memicu reaksi alergi dan peningkatan risiko kanker kulit pada individu sensitif.
Sementara itu, retinoid yang bekerja mempercepat regenerasi kulit perlu digunakan secara bertahap. Kandungan terlalu tinggi dapat membuat kulit mengelupas berlebihan, menipis, dan menjadi sangat sensitif terhadap sinar matahari.
Dokter spesialis kulit dan estetika dr. Amaranila Lalita Drijono, Sp.DVE, FINSDV, FAADV menegaskan, hidrokuinon hanya boleh digunakan atas resep dokter, dengan kadar aman maksimal 2 persen untuk produk bebas jual dan 2–4 persen untuk produk resep. Penggunaan harus disesuaikan dengan kondisi kulit masing-masing.
(BoRil)
BACA JUGA:
Ini 7 Salon Cuci Blow di Jakarta dengan Harga di Bawah 100 Ribu
Waspada, Dua Produk Herbal Populer di Thailand Gagal Uji Kualitas!