SocioLife, Jakarta (27/03/2026) Proyek mobil listrik Afeela yang digarap Sony Honda Mobility (SHM) terancam dihentikan setelah perubahan besar strategi elektrifikasi Honda.
Langkah ini muncul usai Honda membatalkan tiga model Electric Vehicle (EV) untuk pasar Amerika Serikat pada Maret 2026, keputusan yang diperkirakan menimbulkan kerugian hingga 16 miliar dolar AS.
Dikutip dari Techcrunch.com (25/03) beberapa faktor utama di balik mundurnya proyek ini antara lain kebijakan tarif baru dari Donald Trump, serta meningkatnya tekanan dari produsen mobil listrik asal China yang makin kompetitif.
Padahal, sedan Afeela 1 sebelumnya dijadwalkan meluncur akhir tahun ini dengan banderol sekitar USD 90.000 (±Rp1,5 miliar). Namun, perubahan arah Honda membuat pengembangan model sedan dan SUV Afeela sulit dilanjutkan.
Meski begitu, Sony Honda Mobility menyatakan masih akan memanfaatkan teknologi dan aset yang sudah dikembangkan, sembari mengevaluasi masa depan joint venture tersebut—termasuk nasib operasional dan karyawan di Jepang serta AS.
Sebagai kilas balik, ambisi Sony di dunia otomotif bermula dari debut konsep Vision-S di ajang Consumer Electronics Show 2020. Mobil ini menonjolkan teknologi hiburan canggih seperti layar penuh di dashboard, audio 360 derajat, dan puluhan sensor.
Kolaborasi dengan Honda resmi diumumkan pada 2022, sebelum akhirnya melahirkan brand Afeela pada 2023. Namun, dinamika pasar EV global—khususnya di AS—yang berubah cepat kini membuat masa depan proyek ini berada di ujung tanduk.
(BoRil)
BACA JUGA:
Program Mudik ke Jakarta Bangkitkan Ekonomi Jakarta hingga Rp21 Triliun
Waspada! 5 Minuman Sehari-hari Ini Bisa Merusak Jantung Lebih Cepat