SocioLife, Jakarta (22/06/2025) Menjawab keraguan dan pertanyaan publik terkait durabilitas teknologi Chery Super Hybrid (CSH), PT Chery Sales Indonesia (CSI) ingin membuktikan ketahanan baterai melalui uji perendaman air laut yang ketat selama 48 jam penuh.
Bertajuk “Extreme Challenge – Chery Battery Test” dengan tema Revolution of Safety yang berlangsung di PIK 2, Jakarta Utara pada (17/06) baterai yang terdapat di Chery TIGGO 8 CSH direndam dalam aquarium selama dua hari.
Pengujian ini menyusul keberhasilan serangkaian tantangan ekstrem di China, termasuk spiral rollovers, dual-vehicle collisions, dan tantangan bertahan selama lebih dari 48 jam dalam uji tekanan tumpukan 7 mobil.
Dalam demonstrasi yang belum pernah dilakukan sebelumnya, baterai direndam sepenuhnya dengan air laut yang dikenal memiliki tingkat korosif sangat tinggi. Setelah 48 jam pengujian nantinya baterai akan diangkat, dikeringkan, dan langsung dipasang kembali ke unit Tiggo 8 CSH dan di coba test jalan untuk memastikan baterai bisa bekerja sebagaimana fungsinya seperti biasa.
“Chery sangat memahami kekhawatiran konsumen terkait durabilitas dan keamanan baterai pada kendaraan hybrid, terutama dalam kondisi ekstrem seperti banjir. Ini adalah wujud komitmen kami bahwa ‘keselamatan adalah kemewahan sejati’ yang dapat dinikmati setiap keluarga di seluruh dunia,” tutur Rifkie Setiawan, Head of Brand Department PT Chery Sales Indonesia dalam siaran pers yang dikirim ke sociolifemedia (17/6).
Sejalan dengan komitmen kuatnya terhadap pasar Indonesia dan strategi pengembangan adaptif “In Somewhere, For Somewhere”, Chery telah memilih untuk melakukan uji ekstrem ketahanan baterai CSH yang inovatif di Indonesia.
(Boris)
BACA JUGA:
Honda Civic Hybrid Paling Disukai Kaum Gen Z, Ini Alasannya
Redmagic Astra, Tablet Gaming dengan Performa Powerful