SocioLife, Jakarta (06/04/2026) Ferrari dikabarkan menggandeng NASA dalam pengembangan mobil listrik pertamanya yang disebut Luce. Bukan tanpa alasan, kerja sama ini berfokus pada pengaturan akselerasi agar tetap nyaman dikemudikan, meski performanya ekstrem.
Dikutip dari Drive.com (05/04), CEO Ferrari, Benedetto Vigna, mengungkapkan bahwa akselerasi yang terlalu brutal bisa berdampak ke tubuh driver, yang juga mengganggu kenikmatan mengemudi.
Makanya, Ferrari enggak hanya ingin mengejar angka performa yang tinggi, tapi juga bagaimana menciptakan sensasi berkendara tetap nyaman dan bisa dinikmati pengemudi.
Untuk itu, Ferrari sampai berkonsultasi dengan NASA dan pusat medis guna memahami batas toleransi manusia terhadap gaya gravitasi (g-force).
Meski diatur supaya tetap nyaman, performa Ferrari Luce tetap buas. Meski belum ada catatan resmi tentang spesifikasi dari mobil listrik Italia ini, data spesifikasi sementara yang terungkap di internet, Luce datang dengan tenaga lebih dari 1.000 hp (735 kW) dengan akselerasi 0–100 km/jam sekitar 2,5 detik yang dapat menembus top speed 310 km/jam. Dengan angka tersebut, mobil ini jelas masuk kategori high performance EV.
Last but not least, detail lengkapnya masih dirahasiakan. Namun, Ferrari memastikan Luce akan resmi diperkenalkan pada Mei mendatang.
Bor Sis, menarik ditunggu, apakah mobil listrik pertama Ferrari ini bisa tetap menghadirkan sensasi khas mobil sport, tapi dengan pendekatan yang lebih “manusiawi”.
(BoRil)
BACA JUGA:
ChatGPT Masuk CarPlay, Tapi Belum Bisa Gantikan Siri
Royal Enfield Luncurkan Meteor 350 Sundowner Orange, Edisi Terbatas 36 Unit