SocioLife, Jakarta (15/12/2025) Terciduk! Gen Z di Portugal dikabarkan mulai menjaga jarak dari media sosial (medos). Bukan karena dilarang pemerintaannya, tapi justru karena mulai sadar aware (sadar) betapa pentingnya kesehatan mental dan kontrol diri di dunia digital.
Diberitakan laman xinhua (14/12), firma riset pasar Marktest menunjukkan, penggunaan medsos di kalangan anak muda Portugal turun hingga 22 persen dalam dua tahun terakhir. Penurunan ini bukan cuma terjadi pada Gen Z, populasi umum pun tercatat mengurangi intensitas bermedsos, dengan durasi harian turun 13 persen dalam setahun terakhir.
Angka ini diperkuat oleh data Institut Statistik Nasional Portugal (INE) yang dirilis Jumat (12/12). Saat ini, hanya 79 persen penduduk Portugal yang masih aktif menggunakan media sosial, menjadi level terendah sejak 2017.
Dilansir dari media Portugal, Expresso sejumlah peneliti menilai fenomena ini bukan kejadian lokal semata. Tren serupa juga terlihat di berbagai negara lain. Banyak pengguna, khususnya generasi muda, mulai mengalami kejenuhan dan mengevaluasi ulang peran media sosial dalam hidup mereka.
Salah satu bentuk pergeseran ini adalah meningkatnya praktik “detoks digital”, mulai dari membatasi screen time, menghapus aplikasi tertentu, hingga rehat total dari platform daring dalam periode tertentu.
Menurut para pakar, penurunan penggunaan medsos di kalangan anak muda bukan reaksi sesaat, melainkan keputusan yang sadar dan berkelanjutan.
Patricia Dias, assistant professor di Fakultas Humaniora Universitas Katolik Portugal (UCP), menjelaskan bahwa banyak remaja sengaja mengurangi penggunaan medsos karena merasa dampaknya tidak lagi sebanding dengan tekanan yang mereka rasakan.
“Bagi banyak remaja, manfaat media sosial tidak lagi melampaui beban waktu dan tekanan psikologis yang muncul,” ucap Patricia Dias, assistant professor.
Dalam penelitiannya, Patricia Dias menemukan bahwa pengguna muda kerap mengalami kecemasan, kebiasaan mengecek ponsel secara kompulsif, hingga tekanan sosial seperti FOMO (fear of missing out). Kondisi ini mendorong mereka untuk menetapkan batasan, mengurangi intensitas penggunaan, atau bahkan memutus koneksi sementara.
Kendati demikian, media sosial belum kehilangan relevansinya di Portugal. Para analis menilai fenomena ini bukan akhir medsos, melainkan pergeseran menuju penggunaan yang lebih selektif, sadar, dan bermakna.
(BoRil)
BACA JUGA:
Geely EX5 Punya Roda Putar 90 Derajat, Parkir Sempit No Big Deal!
Cukur Bayar Sukarela, Bekasi Bergerak untuk Sumatera