SocioLife, Jakarta (30/03/2026) Perusahaan teknologi asal Jepang, Sony, kembali melakukan penyesuaian harga pada lini konsol gaming andalannya, PlayStation 5. Kenaikan ini dilaporkan berlaku di sejumlah pasar global dan mencakup beberapa model sekaligus, mulai dari versi standar, Digital Edition, hingga varian tertinggi, PlayStation 5 Pro.
Mengacu laporan GSMArena, kebijakan harga baru tersebut akan mulai efektif pada 2 April 2026. Penyesuaian paling signifikan terjadi di pasar Amerika Serikat, di mana harga konsol mengalami lonjakan hingga 100 dolar AS (sekitar Rp1,6 juta).
Di pasar AS, PlayStation 5 versi standar kini dibanderol 649,99 dolar AS (sekitar Rp11 juta). Sementara itu, PlayStation 5 Digital Edition dijual dengan harga 599,99 dolar AS (sekitar Rp10,1 juta). Untuk varian paling tinggi, PlayStation 5 Pro, harga barunya mencapai 899,99 dolar AS atau sekitar Rp15,2 juta—menjadikannya model termahal dalam lini PS5 saat ini.
Kenaikan harga ini tidak hanya terjadi di Amerika Serikat, tetapi juga merambah pasar utama lainnya seperti Eropa, Inggris, dan Jepang, dengan besaran penyesuaian yang bervariasi di tiap wilayah. Selain konsol utama, perangkat pendukung seperti PlayStation Portal juga dilaporkan mengalami kenaikan harga di beberapa negara.
Dalam pernyataannya, Sony mengungkapkan bahwa keputusan ini diambil sebagai respons terhadap kondisi ekonomi global yang masih penuh tekanan. Faktor seperti meningkatnya biaya produksi, fluktuasi nilai tukar, hingga tantangan rantai pasok menjadi alasan utama di balik kebijakan tersebut.
Langkah ini menjadi salah satu penyesuaian harga terbesar yang dilakukan Sony dalam beberapa tahun terakhir untuk lini PlayStation. Bagi konsumen, terutama gamer yang belum sempat membeli PS5, kenaikan ini tentu menjadi pertimbangan tambahan sebelum memutuskan untuk upgrade atau masuk ke ekosistem konsol generasi terbaru.
(BoRil)
BACA JUGA:
Meta dan Google Kalah Gugatan, Dinyatakan Gagal Cegah Kecanduan Medsos
Dominasi Safety! AUDI E5 Sportback Unggul di Semua Sektor Uji Tabrak