SocioLife, Jakarta (04/11/2025) Sebelumnya viral ada nyamuk di Islandia, kini giliran pulau Jeju yang dikenal sebagai destinasi wisata tropis Korea Selatan tengah jadi sorotan. Bukan karena pantainya yang indah, melainkan karena penemuan spesies nyamuk tropis yang sebelumnya enggak pernah ditemukan di wilayah negeri ginseng.
Menurut laporan koreaherald.com pada Senin (3/11), Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA), mengonfirmasi keberadaan culex quinquefasciatus atau nyamuk rumah selatan di Pulau Jeju. Spesies ini biasanya hidup di wilayah beriklim tropis dan subtropis, seperti Asia Tenggara, Amerika Selatan, dan sebagian Afrika.
Menariknya, meskipun nyamuk ini sempat tercatat dalam studi tahun 1956, baru kali ini keberadaannya dikonfirmasi secara resmi di Korea Selatan. Temuan Agustus lalu menunjukkan nyamuk ini tersebar di beberapa titik di Jeju menandakan kemungkinan besar mereka telah membangun habitat tetap di sana.
“Belum jelas bagaimana nyamuk ini bisa sampai ke Korea, tetapi kondisi iklim yang semakin hangat tampaknya mendukung mereka untuk bertahan hidup,” ucap seorang pejabat Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA).
Penemuan ini semakin mempertegas dampak perubahan iklim di Korea Selatan. Laporan Kementerian Iklim, Energi, dan Lingkungan Hidup tahun 2023 mencatat kalau suhu rata-rata di negara tersebut naik 1,6°C, sejak tahun 1912 hingga 2020 laju peningkatan yang bahkan lebih cepat dibandingkan rata-rata global (1,09°C).
Fenomena ini bukan sekadar catatan ilmiah, tapi juga realita bagaimana pergeseran iklim memengaruhi kehidupan sehari-hari dari jenis tanaman yang tumbuh, hingga spesies serangga yang kini ikut “bermigrasi” ke wilayah yang dulunya terlalu dingin bagi para warga di Korea Selatan.
(BoRil)
BACA JUGA:
Harga BBM Pertamina Naik per 1 November 2025, Jenis Diesel Paling Terdampak
Inovasi Teknologi Masa Depan Isuzu Di Japan Mobility Show 2025