SocioLife, Jakarta (02/09/2025) Terkini, Meta dikabarkan mulai membelah diri, membuka ekosistem baru guna mempercanggih kecerdasan buatan (AI)-nya. Perusahaan tengah menjajaki penggunaan Google Gemini dalam chatbot Meta AI untuk memperkuat fitur percakapan dan pencarian berbasis teks.
Seperti dilansir engadget.com (31/8) menurut laporan The Information, Meta sedang mempertimbangkan untuk menggunakan model pesaingnya untuk meningkatkan fitur AI aplikasinya sendiri.
Selain Gemini, Meta juga dikabarkan berdiskusi mengenai pemanfaatan model OpenAI sebagai solusi sementara, sebelum Large Language Model Meta Ai (LLaMA) berkembang lebih kompetitif. LLaMA adalah keluarga model bahasa besar yang dikembangkan oleh Meta untuk memahami dan menghasilkan teks, serta mengolah informasi multimodal seperti gambar dan teks pada versi terbarunya.
Seorang juru bicara Meta menegaskan, perusahaan mengambil pendekatan menyeluruh yang mencakup membangun model sendiri, sekaligus membuka kemitraan strategis dengan pemain AI lain.
Langkah ini melengkapi strategi agresif Meta dalam perekrutan talenta AI. Perusahaan diketahui menawarkan kompensasi menarik untuk menarik peneliti dari Google dan OpenAI, serta memberi akses internal ke model Anthropic guna mendukung asisten pengkodean karyawan.
Dengan strategi hibrida—membangun, bermitra, sekaligus merekrut pakar—Meta berusaha menjaga posisinya di tengah persaingan ketat AI global.
(BoRil)
BACA JUGA:
Ini Alasan Kenapa Siaran Live TikTok Berhenti
Kreativitas Indonesia yang “Mengaum” di Osaka