SocioLife, Jakarta (11/07/2025) Dunia robotik selalu menggelitik. Bidang ilmu yang berkembang pesat, kombinasi rekayasa, teknologi dan ilmu komputer untuk melahirkan mesin yang dapat menggantikan atau membantu pekerjaan manusia.
Bor Sis Lifers, tahukah robot ini sejatinya sudah ada sejak masa kecil dulu sekali, dimana televisi memutar film bertema robot hingga kemudian dibuatkan dalam produk mainan bocah yang bisa bergerak dengan bantuan baterai sebagai sumber tenaga.
“Lebih dari sekadar perangkat mekanis, robot modern kini memiliki tingkat otonomi dan kecerdasan buatan (AI) yang semakin canggih, mengubah cara kita bekerja, hidup, dan berinteraksi dengan dunia,” ungkap Reza Saputra, S.Kom, Chief Technical Officers di PT Jaringan Global Robotik.
Dalam wawancara dengan sociolifemedia, Reza (28 tahun) memberikan pandangannya soal dunia robotik tersebut.

Reza menunjukkan alat generator mini (foto kiri) dan robot buatan dengan rangka Lego (foto kanan).
Sociolifemedia: Bagaimana Anda menyikapi perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) saat ini?
Reza: Kalau banyak orang khawatir nantinya bakal ada robot yang menggantikan manusia dalam perkerjaannya. Saya kurang sependapat, karena ini bukan soal pergeseran melainkan efisiensi.
“Robot hanya membantu tugas manusia, kekhawatiran saat ini adalah bagaimana kita dapat membuat suatu robot yang mampu bersaing dengan robot ciptaan orang atau bangsa lain,” tambah jebolan Ilmu Komputer Universitas Bina Sarana Informatika ini,
Sociolifemedia: Menurut Anda, mana yang lebih utama, robot atau AI?
Reza: Jadi suatu robot itu dibangun terdiri dari mekanik (misal, tubuh, tangan dan kaki), lalu dipasang nyawa berupa elektronik dan programing (AI) yang kemudian disatukan untuk menjadi robotik atau bisa berwujud humanoid.

Sociolifemedia: Seberapa penting pendidikan AI masuk ke dalam kurikulum sekolah?
Reza: Penting, edukasi atau belajar adalah sangat penting.
Sociolifemedia: Apa harapan Anda di masa datang?
Reza: Melalui kegiatan ekstrakulikuler di sekolah-sekolah yang menjadi kolega kami, saya berharap di masa datang banyak generasi penerus di Indonesia mampu tampil di kancah global dengan karya robot pintar namun tetap terjangkau kantong.
(Boris)
BACA JUGA:
WoMind! Perspektif Wanita Menyoal Dunia Pendidikan
Cara Mudah Datangkan Cuan Lewat Instagram
Google Veo 3, Bikin Konten Makin Unik