Metamorfosis Gaya Hidup Urban, Habis YOLO Terbitlah YONO - sociolifemedia.com
Connect with us

Lifestyle

Metamorfosis Gaya Hidup Urban, Habis YOLO Terbitlah YONO

(Sumber: coffeetimeleadership)

Tren gaya hidup YOLO (You Only Live Once) bagi kalangan anak muda yang sempat viral beberapa waktu lalu membawa pergeseran gaya hidup menjadi cenderung konsumtif, kesenangan jangka pendek, kepuasan sesaat dan bersifat egois, serta tidak peka terhadap lingkungan sekitar yang dinamis. 

“Saat ini, YOLO sering jadi alasan untuk berperilaku impulsif, seperti membeli barang secara berlebihan dengan dalih self-reward. Banyak yang merasa harus mengikuti tren agar tidak tertinggal, tanpa memikirkan manfaat sebenarnya dari barang atau perilaku tersebut,” mengutip rri.co.id.

Titik baliknya adalah ketika inflasi melambung dan banyak harga barang-barang yang tinggi seperti harga diri, muncullah tren baru YONO (You Only Need One) sebagai penyeimbang dan solusi dari egoisnya YOLO. 

YONO jelas lebih baik ketimbang YOLO, karena menjalani hidup dengan meminimalkan kepemilikan barang dan hanya membeli hal-hal yang dibutuhkan saja. Dalam prinsip YONO, seseorang hanya fokus pada manfaat barang atau kebutuhan yang benar-benar penting dan perlu.

Bor Sis Lifers, mari kita bertransformasi bersama dari YOLO menjadi YONO!

(Boris)

Trending

Editorial Team

         
             

Head Office

             

Antasari Park (2nd Floor)

             

JL Pangeran Antasari No.61

             

Cipete Utara - Kebayoran Baru

             

Jakarta Selatan

           
       
           

Contact Us

           

redaksi@sociolifemedia.com

       
 

Sociolife Media Copyright 2025