SocioLife, Jakarta (21/01/2026) Main game memang seru, tapi kalau kebablasan juga enggak baik buat kesehatan Bor Sis. Laporan studi terbaru mengungkap, bermain video game lebih dari 10 jam per minggu berisiko memicu gangguan tidur, pola makan buruk, hingga obesitas. Apa iya?
Dilansir dari New York Post (18/1), riset yang dipublikasikan di jurnal Nutrition ini melibatkan lebih dari 300 mahasiswa Australia berusia rata-rata 20 tahun. Peneliti membagi responden ke tiga kelompok berdasarkan durasi bermain game, rendah (0–5 jam/minggu), sedang (5–10 jam), dan tinggi (lebih dari 10 jam).
Hasilnya, pemain dengan durasi rendah dan sedang menunjukkan kondisi kesehatan yang relatif mirip. Namun, kondisi mulai memburuk signifikan saat waktu bermain tembus lebih dari 10 jam per minggu. Kelompok pemain game berat tercatat mengalami penurunan kualitas pola makan dan kenaikan indeks massa tubuh (IMT) rata-rata 26,3, yang sudah masuk kategori obesitas.
Soal tidur, semua kelompok mengaku kualitas tidurnya menurun. Tapi, para penghobi geme online sedang dan berat punya skor kualitas tidur paling buruk dibanding mereka yang jarang main.
Pemimpin studi, Profesor Mario Siervo dari Curtin School of Population Health, mengingatkan, bermain game berlebihan bisa meningkatkan berbagai faktor risiko kesehatan. Intinya, main boleh—asal tetap tahu batasnya.
(BoRil)
BACA JUGA:
Brio Satya Kini Matic! Honda Hadirkan Varian S CVT untuk Harian
Hukuman Paling Memalukan Buat Pengkhianat di China: Dijadiin Patung!