SocioLife, Jakarta (18/03/2025) Sama dengan ngabuburit, Sahur On The Road (SOTR) berlangsung sekali dalam setahun sepanjang bulan Ramadhan. Kegiatan berbagi makan sahur untuk sesama ini dimulai dini hari hingga jelang waktu imsak. Namun untuk beberapa alasan SOTR mulai diperketat, mau tahu kenapa?
Sejauh pengamatan sociolife dari pemberitaan di internet, terkini konsep awal SOTR memberikan makan dan minum kepada orang-orang di jalanan, penghuni panti asuhan yang membutuhkan untuk sahur mulai memudar dan bergeser menjadi hanya kebiasaan sahur bersama teman dengan berkonvoi ria menggunakan roda dua dan roda empat menuju satu destinasi tempat di tengah kota atau titik lainnya.
Perubahan budaya
Peserta SOTR biasanya bisa mencapai ratusan orang. Saking banyaknya peserta SOTR dalam satu kelompok, tak jarang malah membuat kemacetan dan kepadatan di jalan raya. Di samping itu, suara bising kendaraan bermotor di malam hari justru dianggap mengganggu sebagian warga masyarakat yang sedang istirahat (karena belum tiba saatnya sahur).
Pemda dan Aparat Keamanan merilis kebijakan
Pergeseran karakteristik kegiatan dari aksi sosial ini dianggap menjadi potensi gangguan keamanan akhirnya mendorong munculnya kebijakan pembatasan di berbagai daerah.
Pemerintah dan aparat keamanan akhirnya mengambil langkah tegas dengan melarang kegiatan SOTR setelah mempertimbangkan berbagai masalah yang ditimbulkan, seperti kerusuhan, gangguan ketertiban, dan potensi kecelakaan.
“Yang jelas seperti tahun lalu, sahur on the road, ini sangat tidak diperbolehkan. Dan masyarakat betul-betul harus khusus untuk melaksanakan ibadah puasa dan biarlah kami yang ada di jalan, (biar) kami saja,” kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Latif Usman kepada wartawan di Jakarta, Kamis (27/2/2025) seperti diberitakan detik.com.
Penegakan Hukum
Jika ada kelompok yang tetap melaksanakan SOTR, petugas akan membubarkan mereka dengan cara tegas namun humanis. Selain itu, petugas juga mendata dan memberi peringatan untuk mencegah pelanggaran lebih lanjut.
Sosialisasi dan Edukasi
Kendati demikian pihak berwenang tetap memberikan himbauan dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang alasan larangan ini melalui berbagai media. Masyarakat diingatkan untuk memilih kegiatan sosial yang lebih aman dan terorganisir selama Ramadhan.
Bor Sis Lifers meskipun ada pro kontra, langkah ini dinilai penting agar semangat berbagi tetap bisa dilaksanakan dengan cara yang lebih aman dan terstruktur.
(Boris)