SocioLife, Jakarta (19/01/2026) Bor Sis Lifers, kalau di Indonesia koruptor atau pengkhianat sering dapat hukuman yang terasa ringan, di China ceritanya beda banget.
Di Negeri Tirai Bambu, pengkhianat bisa “dihukum seumur hidup” lewat cara yang super memalukan, diabadikan jadi patung. Bukan patung pahlawan, tapi patung kebencian yang terus diingat lintas generasi.
Salah satu contohnya ada di Hangzhou, China. Di sana berdiri patung Qin Hui dan istrinya, dua tokoh yang paling dibenci dalam sejarah Tiongkok.
Siapa sih Qin Hui?
Qin Hui adalah pejabat tinggi Dinasti Song abad ke-12. Pintar? Iya. Ambisius? Banget. Tapi sayangnya, kecerdasannya dipakai buat mengkhianati negara sendiri.
Dia menjebak Yue Fei, seorang jenderal legendaris yang lagi berjuang melawan Dinasti Jin. Yue Fei dituduh palsu, lalu dieksekusi. Sejak itu, Qin Hui dicap sebagai pengkhianat terbesar sepanjang sejarah China.
Sebagai hukuman simbolis, Qin Hui dan istrinya dibuatkan patung dalam posisi berlutut, tangan terikat. Patung ini bebas “dihajar” pengunjung: diludahi, dilempari, bahkan ditampar.
Saking besarnya kebencian rakyat, patung ini sudah diganti sampai 11 kali sejak pertama dibuat di abad ke-15 karena rusak terus.
Ditulis laman South China Morning Post (Nov/2025), bahkan pada 2023, ada turis yang sampai mukul patung Qin Hui pakai besi sambil teriak, “Kembalikan tanahku!”
Last but not least, kisah ini jadi pengingat keras buat kita semua, pengkhianatan bakal buat nama kita rusak selamanya, sebaliknya kesetiaan dan kejujuran bikin kita dikenang sebagai pahlawan.
Qin Hui menjadi contoh pengkhianat yang dihukum abadi, sementara Yue Fei dikenang sebagai pahlawan yang berjuang untuk negaranya.
(Ryan)
BACA JUGA:
Lebih dari Sekadar Wisata, Prambanan Shiva Festival Ajak Refleksi Diri
GAC M8 Dinobatkan MPV China Paling Tahan Harga