SocioLife, Jakarta (23/01/2026) Awal Januari 2026 hingga hari ini cuaca di Indonesia terus-menerus dihantam hujan ekstrem. Hujan deras nonstop, pasang laut, dan gangguan atmosfer global bikin banjir meluas di banyak wilayah Pulau Jawa. Dampaknya serius, ribuan rumah terendam, warga mengungsi, sekolah dan aktivitas ekonomi lumpuh.
Melansir metrotvnews.com (22/01), disebutkan wilayah terdampak utama meliputi Jawa Timur (Lamongan), dilaporkan hampir 5.000 rumah dan 7.125 hektare lahan pertanian terendam. Sebanyak 92 sekolah ikut terdampak.
Jawa Barat (Karawang & Bekasi), luapan dan jebolnya tanggul Sungai Citarum merendam ratusan permukiman, bahkan mengikis fondasi rumah.
Sementara Jawa Tengah mencakup kota Kudus telah banjir sejak 9 Januari 2026 merendam sebanyak 38 desa, lebih dari 2.000 warga mengungsi, plus 135 titik longsor.
Kenapa banjir makin parah?
Menurut BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika), cuaca ekstrem dipicu oleh bibit siklon tropis 97s, penguatan Monsun Asia, Seruakan udara dingin serta aktivitas gelombang atmosfer Madden Julian Oscillation (MJO) dan gelombang Rossby membawa pasokan uap air berlebih sehingga menciptakan cuaca ekstrem dengan intensitas hujan yang melampaui batas normal.
Situasi kian kritis karena hujan ekstrem ini terjadi tepat pada puncak musim hujan dan bersamaan dengan fase bulan baru yang memicu banjir rob.
Akibatnya pasang air laut yang tinggi mengunci aliran air dari daratan sehingga limpasan hujan dari wilayah seperti Demak, Kudus hingga Pekalongan tidak bisa mengalir ke laut dan merendam permukiman lebih lama.
Kombinasi ini bikin hujan deras dan air dari daratan sulit mengalir ke laut, terutama di pesisir utara Jawa.
BMKG memprediksi cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi hingga sepekan ke depan, khususnya di Banten, DKI Jakarta, Jabar, Jateng, DIY, Jatim, Bali, NTB, dan NTT.
Presiden RI, Prabowo Subianto menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah untuk bergerak cepat menangani dampak banjir, memperkuat mitigasi bencana dan mengidentifikasi wilayah rawan banjir untuk antisipasi ke depan
Pemerintah Indonesia menghimbau agar seluruh masyarakat agar tetap waspada, ikuti arahan petugas, dan utamakan keselamatan selama cuaca ekstrem masih berlangsung.
(BoRil)
BACA JUGA:
Jelang Ramadhan, Vitamin C Jadi Andalan Jaga Imunitas
Honda Uji Mobil Otonom di Jepang, Siap Level 4!