SocioLife, Jakarta (18/11/2025) Bor Sis, berapa lama waktu manusia bisa bertahan dalam air tanpa bantuan oksigen? Enggak pakai lama, Sociolife Media bantu kasih jawaban melalui Vitomir Maričić, penyelam bebas asal Kroasia, yang belum lama ini memecahkan rekor dunia dengan menahan napas di bawah air selama 29 menit 3 detik. Yup! Hampir setengah jam tanpa napas, ini bukan editan, ini real!
Dikutip dari laman resmi Guinness World Record (GWR) (10/9), aksi gila tapi keren ini dilakukan pada 14 Juni 2025 sebagai cara Vitomir Maričić untuk menyuarakan isu konservasi laut. Lewat prestasinya, Vitomir Maričić ingin bikin orang sadar kalau laut butuh lebih banyak perhatian daripada sekadar tempat wisata.
Vitomir Maričić berhasil melewati rekor sebelumnya yang dipegang Budimir Šobat (juga dari Kroasia) dengan 24 menit. Sebelum masuk mode “hibernasi manusia”, Vitomir Maričić mengambil satu napas super dalam dari tabung oksigen, lalu mengapung tengkurap dengan wajah terendam selama hampir 30 menit.
Tim dari AIDA (Asosiasi Freediving Internasional) terus memantaunya buat memastikan semuanya aman. Begitu naik ke permukaan, Vitomir Maričić enggak kelihatan ngos-ngosan sama sekali.
Bor Sis perlu diingat, untuk bertahan nafas dalam air tersebut enggak boleh dianggap sepele, sebab memerlukan Latihan dan kebiasaan. Vitomir Maričić berlatih selama sembilan bulan untuk mempersiapkan upaya pemecahan rekornya.
Berbicara kepada Diver Net, ia berkata tentang upayanya yang luar biasa. “Setelah 20 menit, semuanya menjadi lebih mudah, setidaknya secara mental.” Ungkap Vitomir Maričić.
Makanya freediver profesional seperti Vitomir harus latihan khusus. Vitomir Maričić menghabiskan waktu selama 9 bulan buat mempersiapkan tubuhnya.
Efek bertahan nafas dalam air menurut laman WebMD, mengatakan, ketika seseorang menahan napas, kadar oksigen dalam tubuh akan menurun sementara kadar karbon dioksida meningkat, menyebabkan seseorang mengalami hipoksia.
Setelah beberapa menit saja, sel-sel tubuh akan mulai bereaksi berbeda dan memengaruhi organ-organ lainnya. Menahan napas terlalu lama juga dapat membuat jantung berdetak enggak teratur dan dapat merusak ginjal serta hati.
Dan ketika karbon dioksida menumpuk di dalam tubuh Anda, otak menyadari perbedaannya dan memberi tahu tubuh bahwa ia perlu menghirup udara.
Fatalnya, jika enggak bernapas pada titik ini dapat menyebabkan seseorang pingsan, kejang, atau bahkan cedera otak.
(BoRil)
BACA JUGA:
Buah Kiwi Efektif Buat Gen Z yang Susah BAB, ini Penjelasannya
Temuan Baru Universitas Tsukuba: Bersepeda Buat Panjang Umur