SocioLife, Jakarta (29/09/2025) Penelitian terbaru mengungkap fakta mengejutkan, teh dan kopi panas bisa mengandung mikroplastik paling banyak dibanding minuman lain.
Dikutip dari Kompas.com (24/9), hasil studi yang dipimpin oleh Mohamed Abou-Elwafa Abdallah dari University of Birmingham (dipublikasikan di Science of The Total Environment, 20/9/2025) menemukan partikel plastik sintetis mikroskopis di hampir semua minuman yang telah diuji.
Dari 155 sample minuman di Inggris, teh panas tercatat mengandung rata-rata 60 partikel mikroplastik per liter, sedangkan kopi panas sekitar 43 partikel per liter. Untuk versi dingin, jumlahnya lebih rendah, es teh sekitar 31 partikel dan es kopi 37 partikel.
Enggak berhenti di situ hasil riset lain, seperti dilansir dari theguardian.com (21/07/2025), Alexandre Dehaut, salah satu penulis riset badan keamanan pangan, lingkungan dan kesehatan juga menemukan bahwa minuman dalam botol kaca bisa menyimpan mikroplastik hingga 50 kali lebih tinggi daripada botol plastik.
Penyebabnya, cat poliester pada tutup logam yang gampang terkelupas dan jatuh ke dalam cairan.
Kenapa bahaya? Mikroplastik bukan sekadar partikel mini, tetapi bisa membawa ribuan bahan kimia berbahaya seperti BPA (Bisfenol A), ftalat, hingga PFAS yang terkait dengan kanker, serangan jantung, dan gangguan hormon. Bahkan, partikel ini bisa menembus sawar otak dan plasenta.
Meski begitu, para ilmuwan masih meneliti sejauh mana dampaknya terhadap tubuh manusia. Variasi jenis plastik yang begitu banyak bikin penilaian risiko belum bisa dipastikan 100%.
Buat Bor Sis Lifers, kuncinya ada di gaya hidup. Kurangi konsumsi minuman dalam botol atau gelas sekali pakai, biasakan baca label, dan jangan terlalu bergantung pada minuman manis kemasan. Diharapkan Llangkah kecil ini bisa bantu meminimalkan paparan mikroplastik setiap hari.
(Boris)
BACA JUGA:
Air Kelapa, Sahabat Perut Saat Keracunan?
Jangan Nekat Minum Teh saat Perut Kosong, ini Risikonya!