SocioLife, Jakarta (19/06/2025) Sebut saja namanya Asep, mulai sadar bahwa merokok itu enggak baik bagi kesehatannya, alih-alih berhenti ngerokok tapi malah nge-vape. Enggak bahaya tah? Jangan dek ya, jangan! Hati-hati hasil penelitian membuktikan ada bahaya penyakit popcorn lung.
Dilansir laman darya.varia, popcorn lung (paru-paru popcorn), disebut juga bronkiolitis obliterans, merupakan suatu penyakit langka yang menyebabkan peradangan pada bronkiolus, yaitu saluran udara terkecil pada sistem pernapasan di paru-paru.
Kondisi ini menghalangi aliran udara, menyebabkan batuk, sesak napas, dan mengi (suara napas yang berbunyi seperti siulan). Meskipun tidak dapat disembuhkan, popcorn lung dapat dikelola dengan pengobatan.
Fyi, cara kerja vape atau rokok elektrik termasuk pod bekerja dengan cara memanaskan cairan (e-liquid) dalam perangkat, mengubahnya menjadi uap yang kemudian dihirup pengguna. Cairan ini biasanya mengandung nikotin, perasa, dan bahan kimia lainnya.
Nah dalam e-liquid tersebut mengandung Diacetyl, Formaldehida, Asetaldehida, apabila sering kita hirup (sedot) bisa bikin paru-paru Bor Sis nyerah.
Untuk diingat, meskipun namanya mungkin terdengar ringan, popcorn lung adalah kondisi serius yang dapat mengancam jiwa.
Jika Bor Sis saat ini mengalami gejala seperti yang disebutkan, baiknya segera konsultasikan dengan dokter untuk diagnosis dan pengobatan yang tepat.
(Boris)
BACA JUGA:
Vinfast VF 6, SUV Listrik Baru Harga Mulai Rp384 Jutaan
Google Pixel 10 Dirumorkan Bawa Lensa Telefoto