SocioLife, Jakarta (01/04/2026) Bor Sis mulai hari ini kalau masih menghisap rokok elektrik alias vape berbasis nikotin sebaiknya berhenti. Karena hasil penelitian terbaru rokok vape berpotensi menyebabkan kanker paru-paru dan rongga mulut,
Dikutip dari ANTARA (31/01) studi yang dipimpin tim Tim multiinstitusional yang dipimpin oleh Adjunct Professor Universitas New South Wales (UNSW), Bernard Stewart itu terdiri dari apoteker, pakar epidemiologi, pakar bedah toraks, dan pakar kesehatan masyarakat.
Analisis terhadap berbagai studi (2017–2025) menemukan bukti konsisten berupa kerusakan DNA, stres oksidatif, peradangan jaringan, hingga munculnya tumor paru-paru pada hewan uji.
Peneliti juga mengidentifikasi banyak senyawa karsinogenik dalam aerosol vape, termasuk senyawa organik volatil dan logam dari komponen pemanas.
Selain itu, banyak pengguna vape yang awalnya ingin berhenti merokok justru menjadi “pengguna ganda” (vape dan rokok). Data terbaru di AS menunjukkan kelompok ini memiliki risiko hingga empat kali lebih tinggi terkena kanker paru-paru.
Meski begitu, jumlah pasti kasus kanker akibat vape pada manusia belum dapat dipastikan karena keterbatasan data jangka panjang. Para peneliti mendesak regulator untuk segera bertindak tanpa menunggu bukti puluhan tahun seperti pada rokok konvensional.
(BoRil)
BACA JUGA:
Meta dan Google Kalah Gugatan, Dinyatakan Gagal Cegah Kecanduan Medsos
Dominasi Safety! AUDI E5 Sportback Unggul di Semua Sektor Uji Tabrak