SocioLife, Jakarta (12/03/2025) Alasan seseorang meminum kopi itu biasanya ada dua kemungkinan, biar terjaga tetap fokus saat belajar atau bekerja, yang kedua karena mengikuti trend kekinian (berlama-lama di warkop). Tetapi bagi penikmat kopi sejati mereka ingin menikmati cita rasa khas biji kopi yang masing-masing meiliki perbedaan karakteristik rasanya.
Nah, kalau Bor Sis Lifers termasuk golongan awam di dunia per-kopi-an, setidaknya dengan membaca artikel ini menjadi lebih paham dan mengerti saat memesan kopi di coffee shop. Atau setidaknya bisa ngobrol santai sebentar dengan barista sang maestro pengracik kopi.
Sebab saat Bor Sis Lifers berada di warung kopi atau kedai kopi mungkin tidak pernah tahu apakah Barista menggunakan kopi yang mahal atau murah. Polosnya, sebagai konsumen hanya dapat menebak melalui harga kopi atau seberapa besar brand kopi tersebut. Ya kan?
Laman bitkaorigin menjelaskan bagaimana sesungguhnya perbedaan antara kopi mahal dan kopi yang murah. Apakah bentuk serta rasanya berbeda atau hanya cara pengolahannya saja yang tidak sama? Berikut penjelasannya.
1. Jenis biji kopi yang digunakan
Perbedaan mendasar antara kopi mahal dan murah seringkali terletak pada jenis biji kopi yang digunakan. kopi dengan harga mahal biasanya berasal dari biji berkualitas tinggi yang dipilih secara selektif dan ditanam di lokasi khusus.
Sedangkan kopi murah seringkali menggunakan biji kopi dari varietas yang lebih umum, dipanen secara massal, dan tidak begitu dipilih dengan hati-hati.
2. Proses pengolahan biji kopi
Proses pengolahan biji kopi juga dapat memengaruhi rasa akhir dari secangkir kopi yang Lifers nikmati.
Kopi mahal umumnya melalui proses pengolahan yang lebih cermat dan terkontrol. Proses pengolahan yang tepat dapat meningkatkan kebersihan rasa serta mengurangi keasaman yang tidak diinginkan.
Kalau kopi murah lantaran proses pengolahan asal alias sederhana dapat menyebabkan adanya cacat rasa yang tidak diharapkan seperti rasa kopi yang kurang kuat.
3. Tingkat pangsa pasar
Kopi mahal seringkali berasal dari merek atau petani kopi yang memiliki reputasi baik di industri kopi. Mereka cenderung berinvestasi dalam kualitas biji kopi agar selalu dapat memberikan hasil yang maksimal.
Sedangkan kopi murah seringkali berasal dari merek yang kurang terkenal atau diproduksi secara massal. Mereka tidak memberikan perhatian khusus pada kualitas biji kopi mereka. Fokus utamanya adalah kuantitas.
4. Waktu panggang (Roasting)
Waktu panggang memiliki peran penting dalam menentukan rasa akhir dari suatu kopi. Kopi mahal seringkali dipanggang dalam jumlah kecil dan dipantau dengan cermat untuk mencapai tingkat panggang yang sempurna.
Sementara kopi murah dipanggang dalam jumlah besar untuk memenuhi permintaan pembeli yang besar. Proses pemanggangan yang tidak terlalu terkontrol dapat mengakibatkan rasa kopi terlalu pahit atau terlalu asam.
Enjoy the coffee!
(Boris)