SocioLife, Jakarta (27/03/2025) Terlepas dari suka atau enggak, sosmed berperan penting dalam menyebarkan tren. Termasuk tren fashion bergaya retro dan vintage yang sedang populer di kalangan Gen Z.
Urusan penampilan luar (outfit) Gen Z di 2025 ini masih mengadopsi gaya penampilan decade sebelumnya yaitu seperti gaya grunge (90-an), boho chic (70-an), dan elemen fashion (Y2K).
Untuk mendapatkan gaya penampilan tersebut, biasanya mereka berburu melalui seller thrift yang umumnya menawarkan pakaian lawas branded. Sebut saja Pasar Senen, Jakarta Pusat atau pasar Cimol Gedebage, Bandung Jawa Barat.
Oke, langsung aja simak seperti apa ciri-ciri dari mode berbusana tersebut, di bawah ini.
Gaya Minimalis
Tren fashion di kalangan wanita Gen Z tahun ini didominasi oleh baju bergaya minimalis dan simple, tetapi tetap tampil rapih dan stylish.
Penyuka gaya minimalis berani muncul di ruang publik dengan pakaian yang bersih. Umumnya dengan motif garis-garis, palet warna netral seperti putih, hitam, abu-abu, dan krem, serta siluet yang sederhana namun tetap elegan.
Gaya Vintage
Gaya fashion vintage semakin digandrungi oleh Gen Z karena keunikan dan tampilan pesona klasik tahun 1900-an.
Buat cewek fashion vintage biasanya tampil dengan baju dress atau rok longgar dengan desain baju yang feminin dan motif khas seperti floral yang memberikan kesan anggun. Sedangkan untuk cowok, jacket jeans, sweater dari brand seperti Levi’s, Dickies atau Converse.
Streetwear Oversized
Style ini dicirikan dengan penampilan nyantai namun tetap nyaman dipakai seharian.
Ini ditandai dengan serba kebesaran, seperti kaos longgar, hoodie besar, dan celana baggy. Brandnya mencakup, Nike, Adidas, Supreme, Uniqlo, H&M yang paling sering dibeli.
Y2K Fashion (Gaya 2000-an yang Comeback)
Gaya Y2K kembali populer dengan warna-warna cerah dan bahan yang mengkilap. Penggemarnya dicirikan dengan atasan crop top, celana cargo, serta dikombinasikan dengan kacamata kecil ala Paris Hilton.
Fashion skena
Juga banyak diadopsi kawula muda terutama dari kalangan Gen Z, bukan hanya soal gaya berbusana tetapi menjadi simbol dari kebebasan ekspresi, keberanian menantang norma, dan representasi identitas.
Kamu suka gaya apa?
(Boris)