Waspadai Alergi Gluten Pahami Gejala dan Solusinya - sociolifemedia.com
Connect with us

Health & Beauty

Waspadai Alergi Gluten Pahami Gejala dan Solusinya

Ilustrasi roti gandum (Foto: canva)

SocioLife, Jakarta (19/10/2025) Bor Sis, alergi biasa terjadi saat sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap zat yang sebenarnya enggak berbahaya, seperti makanan, serbuk sari, atau obat-obatan. Salah satu jenis alergi yang kerap muncul adalah alergi terhadap gluten, yaitu protein yang terdapat dalam gandum dan turunannya.

Dikutip dari antaranews.com (11/10), menurut Dietisien RSCM Luthfianti Diana Mauludiyah, S.Gz, RD, konsumsi gluten pada penderita alergi atau intoleransi dapat memiliki efek samping bagi Kesehatan tubuh dengan berbagai keluhan, terutama di saluran cerna.

Paling umum, ini ditunjukkan dengan ragam gejala yang meliputi, perut kembung atau nyeri, diare atau konstipasi, mual dan kolik, penurunan berat badan, cepat lelah, wajah pucat, ruam merah serta gatal di kulit. Reaksi ini bisa muncul beberapa jam hingga beberapa hari setelah mengonsumsi gluten.

Siapa yang Wajib Diet Bebas Gluten?

Diet bebas gluten terutama direkomendasikan untuk penderita Celiac Disease, yaitu penyakit autoimun ketika tubuh menyerang usus halus saat mendeteksi gluten sebagai zat berbahaya. Kondisi ini dapat mengganggu penyerapan nutrisi dan menyebabkan gangguan tumbuh kembang pada anak.

Sebab itu ada beberapa produk makanan seperti roti, biscuit, mie, pasta, kue dan sereal instan sebaiknya dihindari.

Sedangkan pilihan makanan yang aman untuk diet bebas gluten. Bisa memilih bahan makanan berikut, beras, jagung, ubi, singkong, tepung beras, tapioka, maizena, telur, ayam, dan daging (selama enggak dilapisi tepung).

Bor Sis Lifers yang merasakan gejala-gejala tersebut setelah mengonsumsi produk berbahan gandum, jangan ragu buat pergi ke dokter atau ahli nutrisi guna mendapatkan tindakan lebih lanjut.

Tambahan info, kasus alergi gluten kembali mencuat setelah sejumlah konsumen mengaku mengalami reaksi alergi dari produk roti yang dibeli via toko bakery online yang diklaim gluten-free. Kasus ini menjadi pengingat bahwa label bebas gluten harus disertai transparansi dan edukasi yang jelas agar tidak membahayakan konsumen.

(BoRil)

BACA JUGA:

Kasus Toko Bakery “Gluten-Free” Palsu Viral, Punya Efek Samping

5 Cara Efektif Menjaga Kesehatan Otak di Era Digital

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Trending

Editorial Team

         
             

Head Office

             

Antasari Park (2nd Floor)

             

JL Pangeran Antasari No.61

             

Cipete Utara - Kebayoran Baru

             

Jakarta Selatan

           
       
           

Contact Us

           

redaksi@sociolifemedia.com

       
 

Sociolife Media Copyright 2025