SocioLife, Jakarta (06/11/2025) Psst.. terkini Google dikabarkan punya proyek ambisius baru bernama Project Suncatcher, sebuah riset futuristik untuk menciptakan pusat data kecerdasan buatan (AI/Artificial Intelligence) di luar angkasa. Tujuan,ide revolusioner ini adalah memanfaatkan energi surya tanpa batas di orbit Bumi untuk mendukung kebutuhan daya komputasi AI yang terus meningkat.
Dikutip dari theverge.com (06/11), proyek ini berfokus pada pengiriman chip AI Tensor Processing Unit (TPU) milik Google ke luar angkasa menggunakan satelit bertenaga surya. Jika berhasil, sistem ini akan berfungsi layaknya data center orbital, beroperasi sepanjang waktu tanpa terpengaruh malam hari atau cuaca seperti di Bumi.
“Di masa depan, luar angkasa mungkin menjadi tempat terbaik untuk meningkatkan skala komputasi AI,” ucap Travis Beals, Senior Director Google for Paradigms of Intelligence, melalui unggahan blog resminya. Menurut Google, panel surya di orbit dapat menghasilkan energi hingga delapan kali lebih besar dibanding panel serupa di permukaan Bumi.
Di tulis theverge.com, ambisi Google tersebut harus menghadapi tantangan teknis yang masih besar. Google perlu memastikan koneksi antar satelit mampu mentransfer data dengan kecepatan puluhan terabit per detik agar dapat menandingi efisiensi pusat data di darat.
Selain itu, ketahanan chip terhadap radiasi kosmik juga menjadi perhatian utama. TPU generasi terbaru Google, Trillium, telah diuji mampu bertahan terhadap dosis radiasi setara misi lima tahun tanpa kerusakan permanen.
Dari sisi biaya, Google memperkirakan pengoperasian pusat data luar angkasa bisa sebanding dengan biaya energi pusat data di Bumi pada pertengahan 2030-an. Untuk membuktikan konsep ini, Google berencana meluncurkan prototipe satelit pada 2027 bersama perusahaan satelit Planet, guna menguji perangkat keras dan sistem komunikasi orbit rendah.
Namun bila berhasil, Project Suncatcher bisa menjadi terobosan besar dalam sejarah komputasi, membuka era baru di mana AI enggak lagi bergantung pada daya listrik Bumi, melainkan ditenagai langsung oleh sinar Matahari di luar angkasa.
Mantab!
(BoRil)
BACA JUGA:
Xiaomi 17 Ultra Siap Meluncur, Bawa Fitur Komunikasi Satelit
Six Seven Jadi Kata Tahun 2025 Simbol Gaya Bicara Generasi Muda