SocioLife, Jakarta (24/11/2025) Bor Sis, kopi lovers, minum kopi adalah kenikmatan tersendiri, secara klinis kafein dalam biji kopi memiliki manfaat buat kesehatan. Namun, jika dikonsumsi berlebihan, zat ini justru dapat memicu stres bagi tubuh dan pikiran. Karena itu, penting mengenali tanda awal tubuh ketika asupan kafein sudah terlalu tinggi.
Dikutip dari antaranews.com (23/11), Dr. Nisha, Ahli Gizi Motherhood Hospital Gurugram, menjelaskan, sedikit kelebihan kafein saja dapat menstimulasi sistem saraf secara berlebihan. Dampaknya bisa mengganggu tidur, pencernaan, suasana hati, hingga memicu kecemasan.
Banyak orang kurang menyadari, kafein dapat menumpuk dengan cepat dan menyebabkan gangguan fisik maupun psikologis. Biar enggak gagal paham dan bisa diantisipasi, berikut ini gejalan yang muncul bila kelebihan kafein.
1. Tubuh bergetar, gelisah, atau terlalu gugup
Kafein memblokir adenosin (zat yang membuat tubuh rileks) dan memicu pelepasan adrenalin. Kondisi ini membuat tubuh lebih mudah gelisah, sulit fokus, dan memperburuk kecemasan.
2. Sulit tidur atau tidur enggak nyenyak
Kafein memiliki waktu paruh 5–6 jam, sehingga konsumsi di sore hari dapat menghambat tidur nyenyak. Tidur yang terganggu berdampak pada pemulihan tubuh, imunitas, dan kestabilan mood.
3. Jantung berdebar atau irama enggak teratur
Kelebihan kafein dapat meningkatkan detak jantung bahkan menyebabkan palpitasi. Studi di Journal of Psychopharmacology menunjukkan bahwa gejala yang berulang perlu penilaian medis karena dapat mengarah pada stres kardiovaskular.
4. Gangguan pencernaan
Kafein bersifat diuretik dan laksatif, serta meningkatkan produksi asam lambung. Akibatnya, tubuh bisa mengalami sering buang air, nyeri lambung, kram, atau refluks. Kondisi ini juga dapat memicu dehidrasi dan malabsorpsi nutrisi.
5. Sakit kepala saat enggak minum kafein
Kafein dapat menyempitkan pembuluh darah otak. Ketika dihentikan mendadak, pembuluh darah melebar kembali dan memicu sakit kepala — tanda tubuh mulai bergantung pada kafein.
Terlanjur nyandu? Tenang, secara bertahap coba Bor Sis kurangi minum 25 sampai 50 mg setiap 3 atau 4 hari untuk mencegah sakit kepala dan kelelahan. Perbanyak minum air putih agar membantu proses detoksifikasi dan mencegah dehidrasi.
Metode lainnya dengan mengganti pilihan minuman, bisa mencoba teh hijau, teh hitam, atau kopi tanpa kafein (decaf). Terakhir, membatasi waktu konsumsi, hindari minum kafein setelah pukul 12.00 sampai 14.00 WIB agar tidur tetap berkualitas.
Jika mengalami gejala berat seperti detak jantung tidak beraturan, nyeri dada, kecemasan ekstrem, atau serangan panik, segera konsultasikan ke dokter.
(Boris)
BACA JUGA:
Waspada Cedera Saat Main Padel: Kenali Risikonya dan Cara Mencegahnya
Tahan Napas Dalam Air Hampir 30 Menit, Freediver Kroasia Pecahkan Rekor Dunia